Dragør Kota Unik Sejarah UNESCO
Sejarah Dragør adalah kisah kota pelabuhan kecil di pulau Amager (selatan Kopenhagen, Denmark) yang berkembang dari pasar ikan herring abad pertengahan menjadi salah satu kota pelayaran terpenting di Denmark pada abad ke-18–19, lalu berubah menjadi kota bersejarah yang terpelihara dengan baik hingga hari ini.


Nama Dragør berasal dari kata “drage” (menarik/menghela perahu ke darat) + “ør” (pantai berpasir atau berkerikil). Lokasinya di tepi Øresund (Selat Öresund) sangat strategis.

Setiap musim gugur (Juli–Oktober), hingga 20.000–30.000 pedagang, nelayan, dan orang lokal berkumpul untuk menangkap, mengasinkan, dan mengekspor herring ke seluruh Eropa Utara.

Hampir semua laki-laki bekerja sebagai nakhoda, pelaut, atau terkait laut. Banyak wanita menenun kain. Rumah-rumah kuning khas (dicat dengan oker yang dibawa pelaut dari luar negeri) dibangun terutama pada periode kemakmuran sekitar 1770, 1830, dan 1890. Ciri uniknya adalah “kikkenborge” — menara kecil di atap untuk mengawasi kapal yang kembali.

Kota lama Dragør sangat terpelihara:
76 bangunan dilindungi (salah satu konsentrasi tertinggi di kota kecil Denmark), jalan berbatu, rumah kuning rendah, dan pelabuhan bersejarah.
Saat ini menjadi tujuan wisata populer dekat Kopenhagen, dengan suasana “hygge” dan sejarah maritim yang kuat. Kota lama dan pelabuhan bahkan pernah diusulkan untuk daftar sementara UNESCO karena nilai warisan maritimnya.
Masih banyak lagi hal unik dari kota Dragør, yaitu Ice Cream di pelabuhan ini yang sudah lama ada.
Sumber Foto: [Moca]
——-
[Rakyat.id]