Skip to content
-
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Aneka Cerita
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Musik Asik
  • Kesehatan
  • Login
Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
Subscribe
Close

Search

Home/Budaya Indonesia/Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Abdurrahman Wahid | Pekalongan – Jateng
Universitas Islam Negeri (Uin) Kh. Abdurrahman Wahid |
Budaya Indonesia

Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Abdurrahman Wahid | Pekalongan – Jateng

By rfq
3 Oktober 2022, 03:10:33 2 Min Read
0

Rakyat.id – Pekalongan, — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini melaunching Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Pekalongan, Jawa Tengah.

Launching ditandai dengan menekan tombol sirine oleh Menag bersama perwakilan keluarga Gus Dur Inayah Wulandari Wahid, Anggota Komisi VIII DPR Nurhuda, Dirjen Pendis Ali Ramdhani, Rektor UIN Pekalongan Zaenal Mustakim, serta Kepala Kanwil Jawa Tengan Mustain.

Menag minta seluruh civitas akademika kampus UIN KH. Abdurrahman Wahid untuk secara sungguh-sungguh menerapkan nilai yang diajarkan Gus Dur.

Gus Dur adalah humanisme itu sendiri. Didiklah mahasiswa yang ada di sini sebagai seorang humanis,” kata Menag, Pekalongan, Selasa (27/9/2022).

Menurut Menag, Gus Dur mengajarkan nilai kasih sayang dan memanusiakan manusia. “Ajarkan para mahasiswa akan kasih sayang. Agar mereka mampu memanusiakan manusia lain dengan kasih sayang,” ungkap Gusmen, sapaan akrab Menag.

“Saya harap ini menjadi catatan penting. Mahasiswa jika nanti keluar dari kampus ini, bisa menjadi manusia seutuhnya,” lanjutnya.

Menag mengisahkan cerita Gus Dur saat dilengserkan dari kursi presiden. Saat itu, ada kubu yang mendukung Gus Dur untuk dilengserkan dan ada yang tetap meminta Gus Dur melanjutkan tugasnya sebagai kepala negara.

Mengingat potensi rusuh antarkedua kubu, Gus Dur memilih untuk meninggalkan istana daripada bertahan. Keputusan ini diambil semata karena Gus Dur sayang kepada kemanusiaan.

“Tidak ada satu jabatan-pun yang lebih berharga dari pada kemanusiaan,” kenang Menag tirukan ungkapan Gus Dur.

“Ini adalah laku Gus Dur. Saya ingin nilai-nilai ini menjadi inspirasi untuk kita semua, terutama untuk UIN KH. Abdurrahman Wahid,” tandasnya.

Menag berharap kehadiran perwakilan keluarga KH. Abdurrahman Wahid dalam acara ini sebagai wujud restu.

Putri Gus Dur Inayah Wulandari Wahid berharap UIN yang menyandang nama ayahnya dapat menjadi tempat lahirnya para penggerak civil society, sebagaimana yang dicontohkan ayahnya.

“Gus Dur adalah seorang penggerak civil society.  Jadi penggerak tidak mudah. Itulah yang ditunjukkan dan dimunculkan oleh Gus Dur, penggerak demokrasi,” ungkap Inayah.

“Ibu Bapak di sini sebagai civitas akademika adalah garda paling depan demokrasi di Indonesia. Maka dari itulah pentingnya ada UIN KH. Abdurrahman Wahid ini berdiri,” sambungnya.

Inayah menambahkan, tidak ada demokrasi yang dapat berjalan, jika tidak ada inklusifitas atau keterbukaan terhadap yang lain. “Maka saya sangat berharap inklusifitas itu terwujud di UIN Gus Dur ini,” kata Inayah.

Sebelumnya, Rektor UIN KH. Abdurrahman Wahid Zaenal Mustakim menyampaikan bahwa usulan nama kampus ini langsung disampaikan oleh Gusmen.

“Kami menyambut usulan ini dengan senang dan gembira. Tidak ada penolakan, bahkan nama ini justru menyatukan,” kata Zaenal.

Zaenal juga menyampaikan bahwa ada sejumlah harapan besar dari disematkannya nama KH. Abdurrahman Wahid bahkan dari kalangan internal.

“Kami berharap UIN Gus Dur ini dapat berkarya dan berkontribusi bagi bangsa dan negara. Bahkan kami harap dapat berkontribusi bagi dunia,” ungkap Zaenal.

Usai acara, Menag meninjau gedung perpustakaan dan menandatangani prasasti peresmiannya serta gedung fakultas.

Hadir Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM Abu Rokmad, Faisal, Dirjen Pendidikan Islam Ali Ramdhani, serta Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija.

Hadir juga para Staf Khusus Menag, yaitu: Abdul Rachman, Wibowo Prasetyo, dan M. Nuruzzaman. Tenaga Ahli Hasan Basri Sagala, Hasanudin Ali, Syaltout Syahiduhaq. Para pimpinan PTKIN, Pejabat eselon II Kemenag, serta Forkompimda Kabupaten Pekalongan.

Sumber & Foto: {KEMENAG RI}


[rakyatid]

Email 0 Facebook 0 Twitter 0 Reddit 0
X Linkedin 0 Stumbleupon 0
Simpan Ke daftar Baca anda Tambah Ke BookMarks
Author

rfq

Peace | Love | Unity | Respect

Follow Me
Other Articles
Mahasiswa Beasiswa Iismavo
Previous

24 Mahasiswa Beasiswa IISMAVO Berangkat Menuju University of Nottingham | Inggris

Membangun Hutan Tropika Basah Kalimantan
Next

Membangun Hutan Tropika Basah Kalimantan

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Tag Populler

10 Tips (78) Aneka Cerita (113) BALI (15) Berita Nasional (100) Bisnis (165) Cara Sehat (30) Cerita Wisata (17) Children of the days (23) Covid19 (19) Desa Wisata (19) Destinasi Pariwisata (15) Eduardo Galeano (61) Esai (56) Ibu Pintar (28) Indonesia (13) Joko Widodo (105) kebudayaan (14) Keuangan (100) Kisah Nabi (16) Kuliner Khas (26) Masyarakat (21) Mirrors (30) Musik Asik (18) Olahraga (20) Pariwisata (16) Pasar Modal (14) Pemulihan Ekonomi (13) Pertanian (15) Puisi (21) Rahasia Ibu Pintar (19) Rakyat Bisa (37) Rakyat News (369) Rakyat Punya Cerita (178) Rakyat Sehat (35) Rakyat Teknologi (16) Rumah Tangga (20) Sajak (102) Sajak Pendek (22) Sejarah (25) Sejarah Dunia (15) Suara Rakyat (179) Teknologi (226) Tokoh (22) Wanita (20) Wardah Hafidz (71)

Official

  • Home
  • Terms And Conditions
  • Privacy and Policy
  • Disclaimers
  • About Us
  • Contact Us
  • Sitemap
Copyright {2018} — Rakyat.id. All rights reserved.