Bagaimana Index Korupsi Asia Tenggara

  • Whatsapp
Index Korupsi Asia Tenggara
Index Korupsi Asia Tenggara

Sampurasun! Bahan bacaan edukasi, mempunyai indikasi pengetahuan umum dan transparan.

Jangan bergembira, ini KORUPSI!

Bacaan Lainnya

Index Korupsi Asia Tenggara biasanya diukur melalui Corruption Perceptions Index (CPI) atau Indeks Persepsi Korupsi yang diterbitkan oleh Transparency International.
Skor CPI berkisar dari 0 (sangat korup) hingga 100 (sangat bersih), dan peringkat lebih rendah berarti lebih bersih.

 

Index Korupsi Asia Tenggara

📋Data terbaru adalah CPI 2025 (dirilis Februari 2026) Index Korupsi Asia Tenggara, yang mencakup 182 negara. Di kawasan Asia Tenggara (termasuk negara-negara ASEAN plus Timor Leste), terdapat kesenjangan yang sangat lebar antara negara-negara.

Singapura tetap menjadi pemimpin jauh di tingkat regional sekaligus global (peringkat 3 dunia), sementara beberapa negara lain masih berjuang dengan tingkat persepsi korupsi yang tinggi.

Bagaimana Index Korupsi Asia Tenggara
Bagaimana Index Korupsi Asia Tenggara

Berikut adalah daftar skor dan peringkat perkiraan untuk Index Korupsi Asia Tenggara berdasarkan CPI 2025 (dari sumber terpercaya seperti Transparency International, Statista, dan laporan regional):

📊Singapura: Skor 84 (peringkat global ~3) → Jauh paling bersih di kawasan dan Asia Pasifik.

📊Malaysia: Skor 52 (peringkat ~54) → Posisi kedua terbaik di ASEAN.

Timor Leste: Skor 44 (peringkat ~73) → Menunjukkan kemajuan bertahap.

📊Vietnam: Skor ~41

📊Indonesia: Skor 34 (peringkat ~109) → Turun dari tahun sebelumnya, setara dengan Laos.

📊Laos: Skor ~34

📊Thailand: Skor 33 (peringkat ~116) → Turun sedikit.

📊Filipina: Skor ~32-33 (peringkat ~120) → Menurun signifikan dalam beberapa laporan.

📊Kamboja: Skor ~20-22

📊Myanmar: Skor 16 (peringkat sangat rendah, dekat dasar global) → Salah satu yang terburuk di kawasan.

Rata-rata skor Index Korupsi Asia Tenggara (termasuk Asia Tenggara) sekitar 44 pada tahun-tahun terakhir, dengan tren stagnan atau sedikit menurun karena isu seperti korupsi yang menghambat penanganan perubahan iklim, lemahnya institusi, dan impunitas.

Secara keseluruhan, Index Korupsi Asia Tenggara menunjukkan kontras tajam: Singapura menjadi contoh sukses dengan penegakan hukum yang kuat, sementara banyak negara lain masih menghadapi tantangan serius seperti patronase politik, korupsi di pengadaan barang/jasa, dan pelemahan lembaga anti-korupsi.

Untuk data paling akurat dan detail per negara, kamu bisa langsung cek situs resmi Transparency International di https://www.transparency.org/en/cpi/2025. Ada juga analisis regional yang menyoroti bagaimana korupsi Index Korupsi Asia Tenggara saling terkait dengan isu iklim dan tata kelola pemerintahan.

——
[Rakyat.id]

Kesenjangan Literasi: Tantangan dan Solusi dalam Mewujudkan Masyarakat Berpengetahuan

Dekade Transformasi Perjalanan Indonesia Selama 10 Tahun dalam Politik, Sosial, dan Budaya