97E21705 Fb7C 458B 9584 Bc9Ada48Dbae Scaled

Ndasmu & Matamu

Ciao ! Pembaca rakyat.id

Banyak arti dalam penggunaan kata “Ndasmu”, sifat alamiah dari setiap daerah mempunyai beberapa tingkatan kata, seperti “sirahmu’ lalu “mustaka”.

Itu yang akan dikatakan apabila “Ndasmu” digunakan untuk melawan kritik sosial, menunjukan rasa tidak suka, membela kebenaran dan juga agar terlihat keren dalam bertutur kata. 

Populer atau tidak, kata “Ndasmu” akan terasa membuat marah, sedikit kesal, tersenyum, ada canda ataupun dendam. Karena pilihan diksi merupakan ungkapan spontan, dilakukan secara sadar, tepat, benar dan lazim diucapkan. Lalu oleh siapa, dengan siapa, dimana, dan dalam keadaan bagaimana. Semuanya penuh tanda tanya ?

Berucap merupakan gerakan dari bagian tubuh manusia, biasanya terangsang oleh berbagai macam respons isi dari kepala. Jangan lupakan juga kata rahasia dan ramuan yang bikin asik ini, yaitu “Matamu”. Karana kepala juga berkaitan dengan mata yang mempunyai ruang penglihatan.

Bagaimana kata tanggapan “Matamu” sebagai ingatan ataupun motivasi. Semoga saja para orang tua, anak muda dan generasi berikutnya, menjadikan kata ini sebagai diksi saja. Celoteh ketakutan, tidak sesuai dengan keadaan atas sesuatu hal yang perlu di kritisi.

Campuran yang cocok dengan “Ndasmu” itu adalah pundak , lutut, kaki, seperti sepenggal lagu permainan anak-anak. Pasti ada saja yang menyanyikannya dengan segala macam versi , kapanpun , dimanapun, sesuka hati kita merasakan arti maknanya. Kalau saja menyanyikan , kepala, pundak , lutut, kaki, tentunya akan membawa kesenangan bagi anak-anak bermain, belajar kata, tebak kata dan permainan gerak.  Lalu menjadikan waktu berkumpul menjadi ingatan indah bersama teman. Tidak ada kritik, protes, hanya bercanda.

Jangan lupakan siapa bernyanyi dan berbicara, lalu topik apa, dimana anda berada, lalu berapa umur anda  dan apa isi “Ndasmu” lalu ada yang menjawab “matamu”.

Tidak menjadi rahasia bahasa “Ndasmu” akan cocok berdampingan dengan kata “Matamu” . Saya akan mengatakan “Matamu” apabila “Ndasmu” tidak menerima kritik sosial, kritik kepekaan, kritik bahasa, kritik keadaan.

BACAJUGA : return-menerawang-lingkaran-awang-yaksa/

Kalau mau “Ndasmu”berisi “Matamu”, silahkan saja turun ke bawah, lalu lihat keadaan “pundak” belakangmu, bagaimana keadaannya, lalu “lututmu” cobalah untuk merendah diri, karena Anda akan merasakan melepaskan kekuasaan, tinggi jabatan hanya dalam hitungan waktu.

Lantas kata “Kakimu” juga akan jadi pengingat, kemana saja akan membawa Anda untuk melihat. “Matamu” itu penting, cepat respon, bertindak, berikan keputusan dan menentukan sikap kebenaran. Dalam karakter bijaksana “ Ndasmu “ meliputi isi kepala, bukan hanya tulang serta tengkorak kepala batu.

Tidak perlu berdebat, kata “Ndasmu” bisa digunakan oleh siapapun, bebas, sadar, mengasikan. Tetapi lebih dari itu, banyak kata juga menjadi pilihan , tergantung dari cara “Matamu” melihat keadaan, situasi, permasalahan, buku bacaan yang pernah kamu baca, pikiran dan rasa emosional.

Semoga pilihan kata yang terbaik ada di dalam kepala Anda, cara mengucapkannya merupakan cerminan kebijaksanaan, karakter manusia, tingkah laku kita kepada siapa kita berbicara. Itu adalah hak dari “Matamu” untuk melihatnya dan memberikan kritik.

Semoga “Ndasmu dan “Matamu” saling mempunyai keterikatan waktu. 

 

Penulis : [Moc]


[Rakyat.id]

Untuk anda

Tinggalkan Balasan