Skip to content
-
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Aneka Cerita
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Musik Asik
  • Kesehatan
  • Login
Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
Subscribe
Close

Search

Home/Budaya Indonesia/Anda Di Pecat, Kurang Sehat!
Di Pecat
Budaya Indonesia

Anda Di Pecat, Kurang Sehat!

By rfq
6 Desember 2019, 03:12:05 2 Min Read
0

Daftar Isi

  •  
  • Di Pecat
  • Apakah hal ini merupakan sifat memalukan dan tidak terpuji?.

Pemecatan merupakan suatu hal kegiatan terpuji, dapat dilakukan, karena melihat suatu tindakan mempunyai potensi kesalahan, pengabaian, kelalaian besar dalam pekerjaan, menggunakan profesi kekuasaan untuk disalahgunakan.

 

Di Pecat

Direktur utama, salah satu penerbangan terkenal di Indonesia, Di PECAT karena diduga melakukan penyelundupan motor besar dan sepeda merk terkenal. Bagaimana hal ini bisa terjadi?.

Merupakan rencana tertulis, sangat mungkin bisa menimpa diri kita sendiri, karena melakukan pelanggaran secara sadar, dari suatu ketetapan yang dilarang.

Kegiatan ini pasti akan dikerjakan apabila mempunyai posisi kekuasaan tinggi, tanpa pengawasan ketat, audit berkala, jaringan pekerjaan, kesempatan untuk melakukannya, pola gaya hidup, konektivitas profesional, serta keserakahan, rakus harta, memang sudah karakternya manusia?.

 

Apakah hal ini merupakan sifat memalukan dan tidak terpuji?.

Untuk beberapa personal serta kemampuan, hal tersebut merupakan suatu kegiatan penuh tantangan, merupakan lahan basah sebelum masa tua, aksi tipu-tipu alias sampingan gaji profesi kerja

. Apalagi kegiatan tersebut, menghasilkan banyak pundi-pundi emas bagi masa depan, keluarga, serta handai tolan. Sikat terus sebelum ketahuan, soal hukuman, serta saksi, sudah dapat kita ketahui bagaimana lolos dari hukuman diatas kertas, serta moral tanggung jawab pekerjaan.

Bagi personal yang mempunyai etos tinggi, hal ini sangatlah memalukan dan merupakan tindakan tercela instansi pemerintahan, mereka harus mengulang kembali untuk mendapatkan sertifikasi terpuji dalam profesionalitas kerja. Mungkin saja diperlukan kata istirahat sejenak untuk berbenah, sikap, tindakan serta kegiatan bagi perusahaannya.

Untuk pembelajaran bagi perusahan-perusahaan pemerintah dan menambah rating kebaikan bagi SDM, serta profesionalitas persaingan di muka dunia, apasaja yang harus dilakukan segera?.

Ini merupakan masalah besar, masalah hukum, masalah disiplin, masalah kinerja. Sudah waktunya perusahaan-perusahaan negara di audit secara ketat, pemecatan secara berkala, optimalkan SDM berkualitas.

Kalau permasalahan ini sudah menangkap tikus-tikus besar, bukan berarti tikus-tikus lainnya tidak akan melakukan hal serupa untuk menciptakan kesalahan kerja lagi.

Langkah terbaik bagi pemimpin baru untuk merapihkan, membereskan, membuang, melempar ke tong sampah , bagi oknum-oknum yang sudah ada itikad melakukan tindakan memalukan serta akan bergerak mengambil tindakan tercela.

Pengurangan pendapatan kerja merupakan suatu tantangan loyalitas, penambahan jam kerja merupakan pengganti kelalaian profesionalitas kerja, pemberian bonus kerja merupakan sikap nilai dari perusaan untuk setiap personal yang benar-benar melakukan peraturan kerja secara profesional, pemberiaan hukuman kerja merupakan sikap terpuji agar hal tersebut tidak terjadi lagi dalam kesalahan kerja.

Hal ini, Pemecatan merupakan bukan hal pertama terjadi karena penyalahgunaan kekuasaan. Akan menunggu berapa lama lagi kita sebagai rakyat, melihat tingkah laku para pejabat kotor ini merusak sistem profesionalitas kerja?.

Catatan telak untuk perusahaan negara, dikalahkan oleh pejabat kotornya, perbaikan, pemecatan, profesionalitas, merupakan hal terpenting bagi kemajuan bangsa.

Mau sampai kapan hal ini terus terulang, tanpa teguran keras, ataukah kami akan berhenti berharap. Perusahaan ini kelak akan memberikan kemakmuran kepada bangsa dan generasi penerus, tetapi apabila selalu digigit oleh tikus-tikus kantor, apa daya kami hanya bisa melihatnya, menunggu akhirnya kehancuran akan datang.

Esaiku Lainya…

 

[fiq/rid]

 

Email 0 Facebook 0 Twitter 0 Reddit 0
X Linkedin 0 Stumbleupon 0
Simpan Ke daftar Baca anda Tambah Ke BookMarks

Tags:

Aneka Cerita
Author

rfq

Peace | Love | Unity | Respect

Follow Me
Other Articles
Dsc 0141
Previous

Cinta Segitiga Warung Makan

Pagi Tombak Harapan
Next

Pagi Tombak Harapan (sajak)

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Tag Populler

10 Tips (78) Aneka Cerita (113) BALI (15) Berita Nasional (100) Bisnis (165) Cara Sehat (30) Cerita Wisata (17) Children of the days (23) Covid19 (19) Desa Wisata (19) Destinasi Pariwisata (15) Eduardo Galeano (61) Esai (56) Ibu Pintar (28) Indonesia (13) Joko Widodo (105) kebudayaan (14) Keuangan (100) Kisah Nabi (16) Kuliner Khas (26) Masyarakat (21) Mirrors (30) Musik Asik (18) Olahraga (20) Pariwisata (16) Pasar Modal (14) Pemulihan Ekonomi (13) Pertanian (15) Puisi (21) Rahasia Ibu Pintar (19) Rakyat Bisa (37) Rakyat News (369) Rakyat Punya Cerita (178) Rakyat Sehat (35) Rakyat Teknologi (16) Rumah Tangga (20) Sajak (102) Sajak Pendek (22) Sejarah (25) Sejarah Dunia (15) Suara Rakyat (179) Teknologi (226) Tokoh (22) Wanita (20) Wardah Hafidz (71)

Official

  • Home
  • Terms And Conditions
  • Privacy and Policy
  • Disclaimers
  • About Us
  • Contact Us
  • Sitemap
Copyright {2018} — Rakyat.id. All rights reserved.