Berdasi Tanpa Kepala , Tangan Tanpa Jari

by rfq
0 comments 144 views

Bangkit melihat kembali sejarah yang tertinggal untuk memastikan kata “perlawanan bangkit berdiri tegak” .

Tidak sedikit keinginan melangkah lebih jauh , melompat, berlari melalui batas waktu peradaban. Tapi apa lantas kemudian yang terjadi, hanya meninggalkan manusia terpilih lalu dipilih, perubahan, kerusakan, perampok, koruptor dan haus nafsu para penguasa mau menang sendiri.

Seperti menggali kuburannya sendiri, lalu jatuh terperosok dalam ikatan
tali tambang, tersimpul menjerat lehernya hingga timbul tenggelam
menyisakan nafas terakhir dengan penuh kemiskinan moral.

Sudah terlampau banyak contoh bagi penguasa, entah dimana akan
meletakkan kekuasaannya kini, lalu lupa untuk melaksanakan kebangkitan bagi masyarakat, lingkungan dan kemanusiaan.

Menyedihkan apabila mereka lupa setiap waktu tapi tidak lupa
mengambil kebudayaan, kesatuan, kekayaan dari lingkungan sendiri, lalu
mengisi gendut rekening-rekening pribadinya.

Tidak memberikan apapun
Kepada mereka si miskin, dibiarkan dalam balutan kulit, tulang dan tanpa harapan atau impian sejenak.

Tidak ada waktu memikirkan perlawanan tidak setuju, karena
kata diam, pembungkaman, produk kecurigaan sudah dibuat para
penguasa melalui perubahan aturan – aturan yang tidak pernah
diketahui oleh pemilik negeri.

Mereka bukan target regu tembak
kemiskinan, tergopoh-gopoh membawa bantuan bagi mereka. Terseret
lemah langkah kaki ini, terekam malu tangan ini menerima, tak
kunjung diberikan kepastian.

Bukan kemalasan sifat alamiah kami, pekerja keras, jiwa kebangkitan
serta  tak pernah menyerah merupakan moral kami. Lalu kalian melukiskan
berbeda dari apa yang kami lihat setiap harinya.

Kebangkitan akan menemukan kesempatannya, melawan , membakar jiwa penuh keberanian, membongkar kuburan-kuburan kalian para perusak negeri.

Lalu menggantungnya dalam kaca dan diberikan label sejarah di peti
mati mayat mu.

Tanpa debat, para penguasa tidak akan pernah lapar dan selalu rakus
melihat kesempatan untuk memperkaya diri sendiri serta keluarganya.

Biarkan MASA KINI MENJADI SAKSI, kelak masa lalu hadir dan kalian
akan mempertanggungjawabkan semua hal tersebut. Bodohi mereka terus sampai kalian bosan menjadi pintar.

Sendiri tersedak pengetahuan.

Semoga kami akan hadir dalam mimpi buruk, untuk kalian para penjahat
berdasi.

penulis : [MoC]

You may also like

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website. Silahkan enable adblocker anda untuk tetapmendukung Suara Kami Tetap Independen