Bubur Kampiun dan Liga Korupsi

  • Whatsapp
Liga Korupsi Adalah Kelompok Banyaknya Pria Ataupun Wani
Liga Korupsi Satir

Merupakan sifat dasar kelengkapan “Rasa” dari beragam jenis warna, karakter, nama, dan tingkat kemanisannya, beragam jenis bubur dengan aneka namanya.

Liga Korupsi

tersedia dan tersaji dalam satu mangkuk besar ayam jago. Biasanya disajikan hangat dan juga bisa dimakan dengan keadaan dingin, tergantung pilihan serta selera saja, sifat alamiahnya tetap “Enak” untuk dijadikan menu bersama keluarga, teman ataupun porsi personal.

Bacaan Lainnya

Tidak mengurangi eksistensi dari bubur lainnya yang bergerak sendiri-sendiri dalam wadah besar ataupun gelas. Karena semunya, merupakan kesatuan produk makanan tetapi daya dobraknya akan menjadi lebih mahal ketika semuanya bersatu, berencana, berhitung dalam rasa yang menggila, menggelitik lalu terperangkap dalam permainan warna-warnai karakternya.

Tentunya setiap warung bisa jual, lalu mempunyai jenis langganan pembeli, isian, rasa, macam dan kemasannya selalu berbeda. Para penikmatnya mempunyai loyalitas tinggi untuk mencari mana yang terhebat, berbeda harga, menarik, bersih dan otentik. Saya tidak sedang menulis dari mana asal bubur ini berasal, harganya di pasar dan menuliskan cara membuat bubur kampiun. Tetapi lebih menarik warna sindiran, kepadanan, struktur, pada aneka bubur kampiun yang terlintas di dalam kepala saya untuk memisahkannya ke pola karakteristik para tokoh pengisi mangkok ayam jago atau apapun wadahnya.

Tidak menjadi rahasia umum lagi bahwa bubur juara mempunyai ikatan kuat kepada nasi ketan putih , tetapi kemarin ada juga yang menambahkan ketan hitam, pisang, bola – bola ubi, kacang hijau, santan, rasa manis, ini tergantung pada isian dimana anda berada mungkin tepatnya seperti itu. Tetapi ketika saya mencoba dengan campuran berbeda, itu tidak spesial lagi menurut saya. Sepertinya penjual hanya mencatat saja bubur juara tetapi isiannya tidak tentu.

Lalu apa yang terjadi dengan para pemimpin puncak liga korupsi sampai dengan hari ini, apakah mereka layak mendapatkan bubur juara ?.

Liga korupsi adalah kelompok banyaknya pria ataupun wanita, berkumpul padu untuk bekerja sama “Dalam Kesepakatan Jahat”, bersaing, berkarier ataupun bisa dilakukan secara personal dalam memperebutkan gelar Ber-Korupsi , Ber-Nepotisme dan Ber-Kolusi. Selamat datang dan bertanding di “Liga Korupsi” lalu siapakah pemenangnya di tahun 2025, baru saja berjalan tiga bulan lalu nasib bulan berikutnya sampai 2026 ? . 

“ Ya, Tidak Tahu Kok Tanya Saya”, Pertanyaannya selanjutnya, bagaimana aksi ketidaknormalan kegiatan ini berhembus di depan mata hukum ?.

Sebagai kesatuan republik bubur para juara, merupakan gabungan rasa paling enak, nikmat, tak terlupakan, mempunyai kesan, memuaskan pecinta dari segala penjuru bubur. Karena di bubur juara inilah kita bisa berandai-andai berpikir jauh ke dalam mangkuk makanan, bahwa tidak ada satupun yang berdiri sendiri, semuanya mempunyai perannya masing-masing dalam memisahkan rasa di dalam mulut saya dan tertawa lucu karena figur ayam jago berdiri kokoh seolah-olah memperlihatkan karakternya , “Tenang saja, santai saja kawan”. 

Rasa manis pasti ada, namanya juga liga korupsi diperlukan pemanis dengan jilatan-jilatan apapun agar semuanya berjalan mulus, lancar tak bermasalah. Merasa lebih unggul dari pada bubur lainnya merupakan identitas terlengkap, kedisiplinan, tentunya mempunyai caranya tersendiri agar manisnya terasa berbeda menjaga resep ramuan penuh perbedaan. 

Kapan dan dengan siapa bubur ini enak untuk dikonsumsi ?.

Campuran makanan ini juaranya, di meja makan keluarga dan bisa dimakan bersama, sendirian ataupun bisa menjadi makanan pelengkap untuk tetangga terdekat. Banyak hal menarik dari nama sindiran bubur ini, buatkan nama PT, lalu persiapkan proses jual-beli  saham. Pasti akan melonjak naik, karena faktor kekeluargaan diantara para bubur begitu kental, lengket, tidak akan terkalahkan pada proses memperebutkan manisnya piala liga korupsi antar lain.

Kesatuan kelompok berbeda misi tugas, menipu, melacurkan kekuasaan, mengadatkan kediplinan ilmu, mencoreng nama profesional, etos kerja. Lalu apa sebutan mereka, apakah mereka masih manusia ?. Atau para pemangsa paling pintar, percaya diri, bijaksana, terhormat dan paling waras untuk memberikan keputusan serta tindakan.

Tidak bisa dipisahkan lagi kata “pantas atau tidak pantas” bersaing dalam kecocokan satu sama lainnya dalam melakukan permainan korupsi di hubungan organisasi, jabatan, aturan serta kegiatan. Kalau kita mencarinya di mesin pencapai, biasanya di tandai dengan warna hijau, oranye dan merah. Tidak menjadi rahasia umum lagi, untuk bisa menjadi No 1 dalam liga korupsi diperlukan untuk bertanding curi-mencuri, jilat-menjilat, rubah – merubahkan aturan, tetapi pada akhirnya , tertangkap, terpenjara, diadili, terkubur lalu mati dalam ukuran tubuhnya dan tertulis dinisannya, “ Telah di Kuburkan Koruptor “.

 

BACA JUGA :tiga-agenda-besar-aksi-nasional-cegah-korupsi/

 

 

Hanya meninggalkan sejarah yang tercatat, bagi keluarganya “ Ah itu soal biasa” , lalu harta dan keturunan. Kompetisi tak terasa baru berjalan tiga bulan, tetapi para pendatang baru terus bermunculan untuk diperiksa, ditanya, difoto, dipermalukan, dipertontonkan lalu tertulis maling uang rakyat. Tanpa berpikir panjang lagi muncul kemudian jenis para pemimpin liga korupsi yang terbaru lagi dengan aneka macam, permainan berbeda pula.

Tanpa berdebat panjang, memilih menjadi pembeli bubur para juara mempunyai banyak arti bagi keluarga, cerita, kenangan, dan kasih sayang. Tidak mungkin bermain dalam liga busuk, mencari peringkat, maling kecil tetapi mempunyai nomor punggung. Sudah waktunya bagi saya untuk kembali lagi ke arena latihan, agar nanti setelah waktunya tiba, akan menikmati semangkok bubur kampiun dan semoga warungnya tidak tutup.

Realitas pahit dunia politik bercampur dengan bisnis, penuh ketegangan dan gelap ?.

——— Penulis : [Moc]

Tinggalkan Balasan