Skip to content
-
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Aneka Cerita
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Musik Asik
  • Kesehatan
  • Login
Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
Subscribe
Close

Search

Home/Budaya Indonesia/Filsafat Gatolotjo
Teka-Teki Gatolotjo Bertemu Dengan Mlenuk Gembuk
Budaya Indonesia

Filsafat Gatolotjo

By rfq
12 September 2018, 02:09:41 1 Min Read
0

Filsafat | Tafsir | Gatolotjo |Barangpanglusan|Barangkinisik

Ilustrasi: Tiga orang Kyai dari Pondok Rejasari dan beberapa santri melakukan perjalanan panjang menuju Pondok Tjepekan untuk bertemu dengan guru santri tersohor.

Ketika sedang beristirahat, dari kejauhan terlihat seorang manusia.

Penokohan Gatolotjo:

Tubuhnya pendek kecil, berambut keriting, wajahnya kusam, mata juling, kedua alisnya bertemu searah, hidung pesek, mulut kecil, gigi menonjol keluar dan putih. Bibirnya Tebal berwarna biru, dagu besar menonjol, telinga mengkerut. Leher Pendek dan membesar, bahu ramping tipis.

Tangan Pendek dan kuat, jari-jari tangannya tak beraturan. Dadanya berlekuk-lekuk. Perut melembung dan pantatnya menggantung. Dengkulnya membentuk huruf X dan jalannya tertatih-tatih. Kulitnya bersisik gelap, nafasnya kembang kempis.

Ketika bertemu dengan Abdul Djabar, Dulmanap dan Ahmad Arif serta santri pengikutnya.

Gatolotjo melepaskan teka-tekinya kepada mereka bertiga :

Diantara posisi Dalang, Wayang , Layar, dan lampu Blencong di dalam pertunjukan wayang, mana yang lebih tua.

Tiga guru saling berbeda pendapat, tetapi tidak ada satupun yang benar menjawabnya, ada yang menjawab dalang, wayang dan layar.

Gatolotjo: Menurutku lampu blenconglah yang paling tua. Alasannya, meski layar dipasang, gamelan siap,dalang sudah datang, penabuh gamelan sudah duduk, tetapi kalau masih gelap tempatnya, jelas pertunjukan wayang belum bisa dimulai. Lampu blencong petunjuk hidup, ibarat Tuhan.

Layar itu artinya Raga, wayangnya berarti sukma sejati.  Sinar kehidupan itu menerpa badan luar dalam, bawah atas. Setelah semua pertunjukan selesai,kemudian perlengkapan masuk kedalam kotak, kemana hilangnya sinar lampu blencong ?

Terimakasih telah membaca & Semoga bermanfaat. [rid]

Sumber : Tabloid Posmo 1999

Karya ada banyak versi: #Soerjanagara, #RadenNgabehiRonggowarsito, #bangsawantinggidiKediri, #sulukGatolotjo

 

Email 0 Facebook 0 Twitter 0 Reddit 0
X Linkedin 0 Stumbleupon 0
Simpan Ke daftar Baca anda Tambah Ke BookMarks

Tags:

gatolotjo
Author

rfq

Peace | Love | Unity | Respect

Follow Me
Other Articles
Perjuangan Van Gogh
Previous

Kesadaran, Kesadaran & Perjuangan Van Gogh

7 Film Antikorupsi
Next

7 Film Antikorupsi Siap Di Produksi KPK

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Tag Populler

10 Tips (78) Aneka Cerita (113) BALI (15) Berita Nasional (100) Bisnis (165) Cara Sehat (30) Cerita Wisata (17) Children of the days (23) Covid19 (19) Desa Wisata (19) Destinasi Pariwisata (15) Eduardo Galeano (61) Esai (56) Ibu Pintar (28) Indonesia (13) Joko Widodo (105) kebudayaan (14) Keuangan (100) Kisah Nabi (16) Kuliner Khas (26) Masyarakat (21) Mirrors (30) Musik Asik (18) Olahraga (20) Pariwisata (16) Pasar Modal (14) Pemulihan Ekonomi (13) Pertanian (15) Puisi (21) Rahasia Ibu Pintar (19) Rakyat Bisa (37) Rakyat News (369) Rakyat Punya Cerita (178) Rakyat Sehat (35) Rakyat Teknologi (16) Rumah Tangga (20) Sajak (102) Sajak Pendek (22) Sejarah (25) Sejarah Dunia (15) Suara Rakyat (179) Teknologi (226) Tokoh (22) Wanita (20) Wardah Hafidz (71)

Official

  • Home
  • Terms And Conditions
  • Privacy and Policy
  • Disclaimers
  • About Us
  • Contact Us
  • Sitemap
Copyright {2018} — Rakyat.id. All rights reserved.