Skip to content
-
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Aneka Cerita
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Musik Asik
  • Kesehatan
  • Login
Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
Subscribe
Close

Search

Home/Budaya Indonesia/Jalan Garam Dunia
Jalan Garam Dunia
Budaya Indonesia

Jalan Garam Dunia

By rfq
7 Oktober 2021, 01:10:50 1 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Jalan Garam Dunia
Pada tahun 1947, India menjadi negara merdeka.
Koran berbahasa Inggris India, yang sebelumnya mengolok Mahatma Gandhi dengan sebutan “laki2 konyol” ketika ia membuat gerakan,

jalan garam Dunia pada Maret 1930, mengubah nada suaranya.

Kerajaan Inggris telah membangun penghalang dari pepohonan dan tanaman berduri yang dikenal dengan nama Pagar Raksasa, sepanjang empat ribu enam ratus kilometer, antara Himalaya dan pantai Orissa, untuk mencegah peredaran garam di negeri ini. persaingan bebas melarang kebebasan: India tidak bebas mengkonsumsi garamnya sendiri, meskipun garamnya lebih baik dan lebih murah daripada yang diimpor dari Liverpool.
Bersama berjalannya waktu, pagar itu menua dan mati. tetapi larangan tetap berlaku, dan seorang lelaki kurus kecil, bermata rabun dekat dan berpakaian setengah telanjang melawannya dengan berjalan ditopang tongkat bambu.
Mahatma Gandhi memulai gerakan jalannya ke laut bersama sedikit orang. dalam sebulan, setelah perjalanan panjang, rombongannya menjadi sangat besar. ketika mereka sampai di laut, setiap orang mengambil segenggam garam. dengan begitu mereka melawan hukum. tindakan itu adalah pembangkangan sipil melawan kerajaan.
Beberapa pembangkang ditembak dan terbunuh dan lebih dari seratus ribu dipenjara.
Negeri mereka juga dipenjara.
Tujuhbelas tahun kemudian, pembangkangan memerdekakannya.
Pengarang Buku : Eduardo Galeano
Sumber Buku : Mirrors
Penterjemah : wardah hafidz
Foto : nature.com
[RID/fiq]
Email 0 Facebook 0 Twitter 0 Reddit 0
X Linkedin 0 Stumbleupon 0
Simpan Ke daftar Baca anda Tambah Ke BookMarks

Tags:

EsaiMirrorsWardah Hafidz
Author

rfq

Peace | Love | Unity | Respect

Follow Me
Other Articles
Kemenparekrafbaparekraf Scaled
Previous

GANTARI THE FINAL JOURNEY TO JAVA DI CANDI PRAMBANAN

Menkominfo Ri Scaled
Next

APRESIASI JURNALIS TUMBUHKAN OPTIMISME & CERDASKAN MASYARAKAT

Tag Populler

10 Tips (78) Aneka Cerita (113) BALI (15) Berita Nasional (100) Bisnis (165) Cara Sehat (30) Cerita Wisata (17) Children of the days (23) Covid19 (19) Desa Wisata (19) Destinasi Pariwisata (15) Eduardo Galeano (61) Esai (56) Ibu Pintar (28) Indonesia (13) Joko Widodo (105) kebudayaan (14) Keuangan (100) Kisah Nabi (16) Kuliner Khas (26) Masyarakat (21) Mirrors (30) Musik Asik (18) Olahraga (20) Pariwisata (16) Pasar Modal (14) Pemulihan Ekonomi (13) Pertanian (15) Puisi (21) Rahasia Ibu Pintar (19) Rakyat Bisa (37) Rakyat News (369) Rakyat Punya Cerita (178) Rakyat Sehat (35) Rakyat Teknologi (16) Rumah Tangga (20) Sajak (102) Sajak Pendek (22) Sejarah (25) Sejarah Dunia (15) Suara Rakyat (179) Teknologi (226) Tokoh (22) Wanita (20) Wardah Hafidz (71)

Official

  • Home
  • Terms And Conditions
  • Privacy and Policy
  • Disclaimers
  • About Us
  • Contact Us
  • Sitemap
Copyright {2018} — Rakyat.id. All rights reserved.