Skip to content
-
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Aneka Cerita
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Musik Asik
  • Kesehatan
  • Login
Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
Subscribe
Close

Search

Home/Budaya Indonesia/KEBANGKITAN KEMBALI LUMUMBA
Pidato Patrice Lumumba Meledak Dan Merusak Pesta
Budaya Indonesia

KEBANGKITAN KEMBALI LUMUMBA

By rfq
23 Oktober 2021, 10:10:42 1 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada KEBANGKITAN KEMBALI LUMUMBA
Pembunuhan Lumumba adalah tindakan penaklukan kembali penjajah kolonial.
Kekayaan mineral Kongo, tembaga, kobalt, berlian, emas, uranium, minyak, mendiktekan perintah dari kedalaman bumi.
Hukuman itu dilaksanakan dengan keterlibatan Perserikatan Bangsa2. Lumumba punya alasan kuat untuk tidak mempercayai para perwira pasukan yang mengaku internasional, dan ia mencela “rasisme dan paternalisme mereka yang pemahamannya tentang Afrika hanya sebatas perburuan singa, pasar budak, dan penaklukan kolonial. tentu saja mereka bisa memahami Belgia. mereka mempunyai sejarah sama, dan keserakahan sama atas kekayaan kita.”
Mobutu, pahlawan dunia bebas yang menjebak Lumumba dan menghancurkannya, berkuasa lebih dari tigapuluh tahun. lembaga2 keuangan internasional menghargai jasanya dan bermurah hati kepadanya. ketika meninggal, kekayaan pribadinya hampir sama dengan hutang luar negeri negaranya, tempat ia mencurahkan energi terbaiknya.
Tetapi Lumumba telah menyatakan:
“Suatu hari nanti, sejarah akan menentukan. bukan sejarah yang diajarkan oleh Perserikatan Bangsa2, Washington, Paris, atau Brussel. Afrika akan menuliskan sendiri sejarahnya.”
Pohon tempat Lumumba dieksekusi masih tegak di hutan Mwadingusha. penuh lubang peluru. seperti dia.
Pengarang Buku : Eduardo Galeano
Sumber Buku : Mirrors
Penterjemah : wardah hafidz
foto : researchgate.net
[RID/fiq]
Email 0 Facebook 0 Twitter 0 Reddit 0
X Linkedin 0 Stumbleupon 0
Simpan Ke daftar Baca anda Tambah Ke BookMarks

Tags:

Eduardo GaleanoMirrorsWardah Hafidz
Author

rfq

Peace | Love | Unity | Respect

Follow Me
Other Articles
Eyeemfiltered1608850845356
Previous

KUPU – KUPU KERTAS – SYECH BROTHERS

Kemenkeu Ri Scaled
Next

RUANG KERJA KOLABORATIF DI KEMENKEU RI

Tag Populler

10 Tips (78) Aneka Cerita (113) BALI (15) Berita Nasional (100) Bisnis (165) Cara Sehat (30) Cerita Wisata (17) Children of the days (23) Covid19 (19) Desa Wisata (19) Destinasi Pariwisata (15) Eduardo Galeano (61) Esai (56) Ibu Pintar (28) Indonesia (13) Joko Widodo (105) kebudayaan (14) Keuangan (100) Kisah Nabi (16) Kuliner Khas (26) Masyarakat (21) Mirrors (30) Musik Asik (18) Olahraga (20) Pariwisata (16) Pasar Modal (14) Pemulihan Ekonomi (13) Pertanian (15) Puisi (21) Rahasia Ibu Pintar (19) Rakyat Bisa (37) Rakyat News (369) Rakyat Punya Cerita (178) Rakyat Sehat (35) Rakyat Teknologi (16) Rumah Tangga (20) Sajak (102) Sajak Pendek (22) Sejarah (25) Sejarah Dunia (15) Suara Rakyat (179) Teknologi (226) Tokoh (22) Wanita (20) Wardah Hafidz (71)

Official

  • Home
  • Terms And Conditions
  • Privacy and Policy
  • Disclaimers
  • About Us
  • Contact Us
  • Sitemap
Copyright {2018} — Rakyat.id. All rights reserved.