Skip to content
-
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Aneka Cerita
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Musik Asik
  • Kesehatan
  • Login
Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
Subscribe
Close

Search

Home/Budaya Indonesia/Kenapa Saya Menulis 3/
Buku Untuk Sungai
Budaya Indonesia

Kenapa Saya Menulis 3/

By rfq
20 September 2022, 10:09:13 2 Min Read
0

 

Pertama-tama, sebuah pengakuan: sejak bayi, saya ingin menjadi pemain sepakbola. dan saya jago, terbaik dari yang terbaik, nomor satu, tetapi itu hanya dalam mimpi, saat saya tidur.

Ketika bangun, setelah mencoba beberapa langkah dan menendang kerikil di trotoar, saya yakin sepakbola bukan jalan saya. jelas: saya tak punya pilihan kecuali mencoba profesi lain. saya mencoba beberapa, tanpa hasil, sampai akhirnya saya mulai menulis, untuk melihat apakah saya bisa.

Saya mencoba, dan masih tetap mencoba, untuk belajar terbang dalam kegelapan, seperti kelelawar, di masa yang suram ini.

Saya mencoba, dan masih tetap mencoba, untuk mengakui bahwa saya tak bisa netral dan obyektif, mungkin karena saya menolak untuk menjadi objek, yang abai terhadap hasrat manusia.

Saya mencoba, dan masih tetap mencoba, untuk menulis tentang perempuan dan laki2 yang peduli kepada keadilan dan rindu akan keindahan, melampaui batas waktu dan peta, karena mereka adalah rekan sebangsa dan sejaman saya, di mana pun mereka dilahirkan, di manapun mereka tinggal.

Saya mencoba, dan masih tetap mencoba, untuk tetap berkeras kepala percaya, terlepas dari semua pertanda, bahwa kita, manusia kecil, yang mungkin telah dibuat dengan sangat buruk, sebetulnya belum selesai. dan saya juga tetap percaya bahwa pelangi manusia memiliki lebih banyak warna dan kecemerlangan daripada pelangi di langit, tetapi kita buta, atau lebih tepatnya dibutakan, oleh tradisi yang telah sangat lama memutilasi kita.

Alhasil, saya akan mengatakan bahwa saya menulis untuk mencoba membuat kita bisa mengalahkan rasa takut salah, atau takut dihukum karena menentukan keberpihakan dalam pertempuran abadi antara yang menghinakan dan dihinakan.

Pengarang Buku: Eduardo Galeano

Sumber Buku: El Cazador De Historias

Terjemahan Buku : Pemburu Rawi

Penterjemah: wardah hafidz


[rakyatid]

Email 0 Facebook 0 Twitter 0 Reddit 0
X Linkedin 0 Stumbleupon 0
Simpan Ke daftar Baca anda Tambah Ke BookMarks

Tags:

Eduardo GaleanoElcazador DehistoriasWardah Hafidz
Author

rfq

Peace | Love | Unity | Respect

Follow Me
Other Articles
Img 20220919 Wa0027
Previous

Pelatih Hebat STY | Perpanjang Kontrak Kepelatihannya Segera

Buku Untuk Sungai
Next

Mimpi Buruk Riview Buku

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Tag Populler

10 Tips (78) Aneka Cerita (113) BALI (15) Berita Nasional (100) Bisnis (165) Cara Sehat (30) Cerita Wisata (17) Children of the days (23) Covid19 (19) Desa Wisata (19) Destinasi Pariwisata (15) Eduardo Galeano (61) Esai (56) Ibu Pintar (28) Indonesia (13) Joko Widodo (105) kebudayaan (14) Keuangan (100) Kisah Nabi (16) Kuliner Khas (26) Masyarakat (21) Mirrors (30) Musik Asik (18) Olahraga (20) Pariwisata (16) Pasar Modal (14) Pemulihan Ekonomi (13) Pertanian (15) Puisi (21) Rahasia Ibu Pintar (19) Rakyat Bisa (37) Rakyat News (369) Rakyat Punya Cerita (178) Rakyat Sehat (35) Rakyat Teknologi (16) Rumah Tangga (20) Sajak (102) Sajak Pendek (22) Sejarah (25) Sejarah Dunia (15) Suara Rakyat (179) Teknologi (226) Tokoh (22) Wanita (20) Wardah Hafidz (71)

Official

  • Home
  • Terms And Conditions
  • Privacy and Policy
  • Disclaimers
  • About Us
  • Contact Us
  • Sitemap
Copyright {2018} — Rakyat.id. All rights reserved.