Skip to content
-
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Aneka Cerita
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Musik Asik
  • Kesehatan
  • Login
Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
Subscribe
Close

Search

Home/Budaya Indonesia/Mengapa Saya Menulis 2/
Buku Untuk Sungai
Budaya Indonesia

Mengapa Saya Menulis 2/

By rfq
14 September 2022, 03:09:53 2 Min Read
0

Mengapa Saya Menulis/2

Jika ingatan saya benar, saya pikir Jean-Paul Sartre yang mengatakan: “manusia adalah hasrat yang sia2.” dan saya rasa demikian pula menulis.

Orang menulis tanpa mengetahui dengan baik mengapa atau untuk apa, tetapi menurut saya, seharusnya menulis berkaitan dengan keyakinan terdalam kita, tema2 yang membuat kita tak bisa tidur.

Kita menulis berdasarkan keyakinan, yang tak harus selalu sepenuhnya kita percaya. saya, misalnya, keyakinan saya tergantung pada waktu.

Biasanya, sampai siang saya cukup optimis. kemudian, dari pukul dua belas siang hingga empat sore, semangat saya terjerembab jatuh. menjelang senja, ia balik, dan pada malam hari ia turun naik, beberapa kali, sampai keesokan paginya, demikian seterusnya …

Saya sangat curiga dengan orang yang optimis sepanjang waktu. menurutku mereka korban dari kesalahan para dewa.

Menurut para dewa Maya, kita semua terbuat dari jagung, itulah sebabnya kita berbeda2 warna, seperti jagung. sebelumnya para dewa dengan bodoh mencoba beberapa resep yang hasilnya buruk.

Pernah mereka membuat manusia satu laki2 dan satu perempuan dari kayu.

Manusia2 tersebut sama seperti kita tetapi tak bisa dan tak tahu cara berkata2 karena mereka tak punya nafas. para dewa menjadi sangat bosan. saya pikir jika mereka tidak bernafas, mereka juga tak punya asa. jika mereka bernafas, mereka tak akan putus asa. keputusasaan adalah bukti bahwa seseorang memiliki nafas.

Jadi, tak masalah jika kadang semangat kita jatuh, karena itu adalah satu lagi bukti bahwa kita adalah manusia, hanya manusia yang kecil.

Dan sebagai manusia kecil, terengah di antara asa dan putus asa tergantung waktu, saya terus menulis, mempraktikkan hasrat yang tak berguna ini.

Sumber Buku: El Cazador De Historias

Pengarang Buku: Eduardo Galeano

Terjemahan Buku: Pemburu Rawi

Penterjemah : wardah hafidz


[RID]

Email 0 Facebook 0 Twitter 0 Reddit 0
X Linkedin 0 Stumbleupon 0
Simpan Ke daftar Baca anda Tambah Ke BookMarks

Tags:

Eduardo GaleanoElcazador DehistoriasWardah Hafidz
Author

rfq

Peace | Love | Unity | Respect

Follow Me
Other Articles
Buku Untuk Sungai
Previous

Mengapa Saya Menulis 1/

Blt Bbm Untuk Masyarakat Kpm Di Aceh
Next

BLT BBM Untuk Masyarakat KPM di Aceh

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Tag Populler

10 Tips (78) Aneka Cerita (113) BALI (15) Berita Nasional (100) Bisnis (165) Cara Sehat (30) Cerita Wisata (17) Children of the days (23) Covid19 (19) Desa Wisata (19) Destinasi Pariwisata (15) Eduardo Galeano (61) Esai (56) Ibu Pintar (28) Indonesia (13) Joko Widodo (105) kebudayaan (14) Keuangan (100) Kisah Nabi (16) Kuliner Khas (26) Masyarakat (21) Mirrors (30) Musik Asik (18) Olahraga (20) Pariwisata (16) Pasar Modal (14) Pemulihan Ekonomi (13) Pertanian (15) Puisi (21) Rahasia Ibu Pintar (19) Rakyat Bisa (37) Rakyat News (369) Rakyat Punya Cerita (178) Rakyat Sehat (35) Rakyat Teknologi (16) Rumah Tangga (20) Sajak (102) Sajak Pendek (22) Sejarah (25) Sejarah Dunia (15) Suara Rakyat (179) Teknologi (226) Tokoh (22) Wanita (20) Wardah Hafidz (71)

Official

  • Home
  • Terms And Conditions
  • Privacy and Policy
  • Disclaimers
  • About Us
  • Contact Us
  • Sitemap
Copyright {2018} — Rakyat.id. All rights reserved.