Penyair Bunga dan Tembok
Penyair Bunga :
Bunga dan Tembok
Penyair Bunga :
Pada tahun 1781 Túpac Amaru dikapak menjadi empat di tengah Plaza de Armas di Cuzco. Dua abad kemudian, seorang turis bertanya kepada seorang anak penyemir sepatu tepat di tempat tersebut, apakah ia pernah bertemu Túpac Amaru. Si kecil tukang semir, tanpa mengangkat muka, mengatakan ya, ia tahu Túpac Amaru. sambil melanjutkan pekerjaannya, ia menggumam pelan,…
Kami hanya orang biasa, tidak tahan terhadap pukulan dan gas air mata Hanya menyapa kami bisa untuk bermunajat doa Semoga kalian juga baik saja disana Masih bisa bersuara Teringat perlawanan terakhirmu dalam berita dan televisi Kalian beraksi tidak akan pernah mati Edukasi untuk para generasi Itu bukanlah akhir tapi awalan untuk menjadi arti Kami pun…
Dia datang menghampiri bumi Menengok mahluk sempurna manusia Makhluk kecil tak terlihat Tuan Corona Entah kenapa, melompati gunung, menyeberang samudra, melihat sisi dunia sepi Tuan Corona, selamat datang di negeri kami Kau merubah wajah sosial kehidupan mahluk hidup Kau ajarkan sifat kemanusian kepada kami serta diri pribadi Kau sisipkan nilai kemanusian agar kami pelajari Kami…
Jalan-jalan kemana saja, kapan saja, dimana saja Bisa mampir ke penjara sebentar, Lalu potong masa tahanan, Tidak masalah hukuman Uang sisa hasil rampasan tersimpan rapih tak bersuara lantang Hanya kaki tangan, penjaga rahasia siap jaga penuh kehormatan Tidak peduli orang lain bicara hukuman, sanksi sosial Apalagi bicara keadilan dan semangat pemberantasan korupsi Ayo ayo segera…
Jejak langkah tak lagi merekam tapak kaki Matahari kota berebut cahaya tanpa kesempatan Menderu keras, berteriak memberikan jalan Hanya lamunan serta tatapan tajam menerawang Wajah kota Wajah lelah Wajah kusam Wajah murung Menunggu hari datang kembali Entah apa yang terjadi nanti Dengan wajah berseri Atau Sunyi [fiq/rid] Email 0 Facebook 0 Twitter 0 Reddit 0…
Terpinggir dan Melangkah Tiga batang Jembatan bambu, terikat satu sama lain Berseragam cokelat tas di punggung Sepatu terpegang erat Ayo kita mulai melangkah Mereka siap pergi ke sekolah Melihat dari ujung sampai ke tepian Berbaris tunggu giliran Satu demi satu Jaga keseimbangan Jaga warisan penduduk desa Jaga kemandirian Merangkak , perlahan, rendam rasa ketakutan…