POLITIK TUA
Lingkaran penguasa berjalan bungkuk kebingungan mencari celah istirahat dari kritik, program, evaluasi dan rancangan kerja.
“Para elite berebut tempat dalam garis diksi”.
*
*
Nama – nama tak lagi baru, kekuasaan berputar dalam ruang lingkup tempat, gaya dan karakter sejarah yang sama. Perumpamaan kaki tangan , kepala tanpa kaki, tubuh tanpa kepala, pastinya akan tidak jauh berbeda, teman, kerabat dan handai tolan, berpesta berbagi rencana dan ide gagasan untuk menjaga, mengawasi, mengatur, menetapkan bagian wilayah ataupun sektor.
Kepercayaan, komunikasi, penanganan masalah, kebijakan peraturan, menegangkan kekuatan dan keluasan kekuasaan.
“Berseteru dalam hingar bingar politik tanpa penyelesaian dengan dasar pendapat pribadi dan kelompok”.
Kekuatan atas kekuasaan politik tua tidak selalu tepat untuk merumuskan jalan keluar terbaik, karena banyaknya keruwetan politk, ekonomi dan kepentingan selanjutnya.
Bagaimana caranya mencari solusi untuk kebinekaan ?
Melihat wajah di cermin ruangan, tak lagi muda, berbicara pribadi menirukan dan menghafal isi pidato, gerak – gerik terasa susah, suasana, jaman dan prioritas. Tidak selalu hanya teman ingatan, kenangan dan keterdekatan, padahal masih banyak anak-anak bangsa lainnya. Ini harus menjadi sikap, kemakmuran dan kejayaan.
Kalau kata kekayaan itu jauh dari tindakan.
“ Politik standar ganda, memuaskan jalur penguasa, membuat kesalahan bagi negerinya sendiri”.
Kalau mau bermain dengan kekuatan politik tua yang hadir dalam kontestasi politik jaman, berikan ruang kemajuan pada pihak lain.
Solusi interaktif untuk berani berpacu dalam pendapat, TEROBOSAN CERDAS dan argumentasi, lantas perbanyak ilmu dalam etika berdemokrasi .
Masih saja suka bermain drama , perasaan dan membalas karena tak disukai.
“ Berbangsa, mempunyai hubungan baik antara rakyat, pimpinan, generasi muda, tujuan dan rencana pembangunan”
Politik tua
Reformasi terkubur dalam sejarah
Koruptor Bukan Pahlawan
Regenerasi Baru
Penulis: [uby]
[rakyat.id]