Sistem Peredaran Darah Manusia
Hola Amigo! Bagaimana kabarnya hari ini, semoga dalam keadaan sehat selalu. Pada siang hari ini, kita akan membaca bersama terkait peran darah dan keterikatannya dengan tubuh.
istem Peredaran Darah (Sirkulasi Darah) Manusia
Sistem peredaran darah adalah sistem transportasi utama dalam tubuh manusia yang bertugas mengedarkan darah ke seluruh bagian tubuh. Sistem ini terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah itu sendiri. Darah mengalir secara terus-menerus dalam lingkaran tertutup (sirkulasi tertutup).
1. Fungsi Darah
Darah memiliki banyak fungsi penting:
Transportasi:
Mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh.
Mengangkut karbon dioksida dari jaringan ke paru-paru.
Mengangkut nutrisi (glukosa, asam amino, lemak) dari usus ke sel-sel tubuh.
Mengangkut sisa metabolisme (urea, asam urat) ke ginjal dan hati untuk dibuang.
Mengangkut hormon dari kelenjar endokrin ke organ target.
Perlindungan / Imunitas:
Sel darah putih (leukosit) melawan infeksi dan benda asing.
Pembekuan darah (trombosit + protein plasma) menghentikan perdarahan.
Pengaturan:
Menjaga keseimbangan suhu tubuh.
Menjaga keseimbangan pH darah (sekitar 7,4).
Mengatur volume cairan tubuh.
2. Elemen Darah (Komponen Darah)
Darah terdiri dari dua bagian utama:
A. Plasma Darah (sekitar 55% volume darah)
Cairan kuning bening yang terutama mengandung air (90-92%).
Mengandung protein: albumin, globulin, fibrinogen.
Mengandung nutrisi, hormon, elektrolit, dan sisa metabolisme.
B. Sel-sel Darah (Formed Elements) — sekitar 45% volume darah
*Komponen
*Jumlah rata-rata
*Fungsi Utama
*Asal Pembentukan
-Eritrosit (Sel Darah Merah)
-4,5–5,5 juta / mm³
-Mengangkut oksigen (mengandung hemoglobin)
-Sumsum tulang merah
-Leukosit (Sel Darah Putih)
-4.000–11.000 / mm³
-Pertahanan tubuh terhadap infeksi
-Sumsum tulang + kelenjar getah bening
-Trombosit (Keping Darah)
-150.000–400.000 / mm³
-Pembekuan darah dan penyembuhan luka
-Sumsum tulang (megakariosit)
-Hemoglobin dalam eritrosit sangat penting karena dapat berikatan dengan oksigen dan karbon dioksida.
3. Pembuluh Darah
Ada tiga jenis pembuluh darah utama:
*Arteri
Membawa darah keluar dari jantung.
Dinding tebal, elastis, dan berotot (tahan tekanan tinggi).
Arteri besar → arteriol (semakin kecil).
Contoh: Aorta (arteri terbesar).
*Kapiler
Pembuluh yang sangat kecil (diameter 5–10 mikrometer).
Dinding hanya satu lapis sel (endotelium) → memungkinkan pertukaran zat dengan jaringan.
Tempat utama terjadinya pertukaran oksigen, nutrisi, dan sisa metabolisme.
*Vena
Membawa darah kembali ke jantung.
Dinding lebih tipis dan tekanan rendah.
Memiliki katup (valve) untuk mencegah aliran balik (terutama di kaki).
Vena kecil → venula → vena besar (vena cava).
4. Jalur Sirkulasi Darah
Manusia memiliki sirkulasi ganda:
Sirkulasi Pulmoner (Paru-paru):
Jantung kanan → Arteri pulmonalis → Paru-paru (mengambil oksigen) → Vena pulmonalis → Jantung kiri.
Sirkulasi Sistemik:
Jantung kiri → Aorta → Arteri → Kapiler seluruh tubuh → Vena → Jantung kanan.
Ringkasan Aliran Darah
Darah miskin oksigen masuk ke atrium kanan → ventrikel kanan.
Dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.
Di paru-paru mengikat oksigen.
Kembali ke atrium kiri → ventrikel kiri.
Dipompa melalui aorta ke seluruh tubuh.
Kembali melalui vena cava ke jantung.
Jantung memompa darah secara ritmis (denyut jantung) dengan bantuan katup-katup untuk menjaga aliran satu arah.
Semoga Bermanfaat.
Sumber: {darisegalasumber}
———–
[rakyat.id]
