Skip to content
-
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Aneka Cerita
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Musik Asik
  • Kesehatan
  • Login
Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
Subscribe
Close

Search

Home/Budaya Indonesia/SPARTACUS
Wikipedia
Budaya Indonesia

SPARTACUS

By rfq
26 Agustus 2020, 02:08:36 2 Min Read
0

Ia gembala di Thrace, serdadu di Roma, gladiator di Capua.


Ia budak yang melarikan diri dengan bersenjatakan pisau dapur.

Di kaki bukit Vesuvius ia membentuk pasukan budak pelarian yang dalam pengembaraan menjadi semakin kuat, dan akhirnya menjadi pasukan tentara. 

Spartacus Baner
Spartacus Baner


Di satu pagi, tujuhpuluh dua tahun sebelum masehi, Roma gemetar. warga Roma melihat orang2 Spartacus menatap mereka. saat fajar, tombak meremang di puncak2 perbukitan. dari sana, para budak mengincar kuil2 dan istana para ratu, penguasa dan pengatur dunia: begitu dekat, terjamah oleh mata mereka, tempat yang telah mengoyak nama dan memori mereka, dan mengubah mereka menjadi benda untuk dicambuk, diperjualbelikan, atau dihadiahkan.


Tidak pernah terjadi serangan. tidak pernah ditahu apakah Spartacus dan pasukannya telah sebegitu dekat, atau mereka sesungguhnya hanya momok yang diciptakan oleh rasa takut. karena ketika itu, di medan2 pertempuran para budak telah banyak mempermalukan pasukan penguasa. 


Perang gerilya membuat imperium tegang selama dua tahun. 
kemudian para pemberontak, dikepung di pegunungan Lucania, akhirnya dilibas oleh serdadu yang direkrut Roma di bawah pimpinan seorang perwira muda bernama Julius Caesar.


Ketika Spartacus tahu bahwa ia kalah, ia merapatkan tubuh ke kudanya, kepala rapat dengan kepala, keningnya menekan gombak pendampingnya di setiap pertempuran itu. ia tusukkan belati panjangnya dan disayatnya jantung kuda itu.


Hukuman penyaliban berlangsung di seluruh Via Appia dari mulai Capua sampai Roma.

Sumber Buku: Mirrors

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Sumber Foto: wikipedia

[RID/fiq]

Email 0 Facebook 0 Twitter 0 Reddit 0
X Linkedin 0 Stumbleupon 0
Simpan Ke daftar Baca anda Tambah Ke BookMarks

Tags:

Aneka CeritaEduardo GaleanoMirrorsRakyat Punya CeritaWardah Hafidz
Author

rfq

Peace | Love | Unity | Respect

Follow Me
Other Articles
Kemenparekraf 01 1 Scaled
Previous

KEMENPAREKRAF & BPPT KAJI TERAPAN TEKNOLOGI DI SEKTOR PARIWISATA

Presiden Ri Jokowi 4 Scaled
Next

PRESIDEN RI BERIKAN BANPRES PRODUKTIF DI ACEH

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Tag Populler

10 Tips (78) Aneka Cerita (113) BALI (15) Berita Nasional (100) Bisnis (165) Cara Sehat (30) Cerita Wisata (17) Children of the days (23) Covid19 (19) Desa Wisata (19) Destinasi Pariwisata (15) Eduardo Galeano (61) Esai (56) Ibu Pintar (28) Indonesia (13) Joko Widodo (105) kebudayaan (14) Keuangan (100) Kisah Nabi (16) Kuliner Khas (26) Masyarakat (21) Mirrors (30) Musik Asik (18) Olahraga (20) Pariwisata (16) Pasar Modal (14) Pemulihan Ekonomi (13) Pertanian (15) Puisi (21) Rahasia Ibu Pintar (19) Rakyat Bisa (37) Rakyat News (369) Rakyat Punya Cerita (178) Rakyat Sehat (35) Rakyat Teknologi (16) Rumah Tangga (20) Sajak (102) Sajak Pendek (22) Sejarah (25) Sejarah Dunia (15) Suara Rakyat (179) Teknologi (226) Tokoh (22) Wanita (20) Wardah Hafidz (71)

Official

  • Home
  • Terms And Conditions
  • Privacy and Policy
  • Disclaimers
  • About Us
  • Contact Us
  • Sitemap
Copyright {2018} — Rakyat.id. All rights reserved.