goenawan muhamad

  • ZILOT

    Penulis: Goenawan Muhamad Sumber: catatan pinggir WOLE Soyinka tahu apa artinya diinjak dan bagaimana rasanya ditindas. Pemenang Hadiah Nobel untuk Sastra tahun 1986 ini sekarang berusia 74. Ketika ia 31 tahun, orang Nigeria ini ditahan pemerintah selama tiga bulan, dan dua tahun kemudian, ia—waktu itu direktur Sekolah Drama di Universitas Ibadan—dipenjarakan karena tulisan-tulisannya dianggap mendukung…

  • Bastiat ,,Goenawan Muhamad

    Penulis: Goenawan Muhamad Sumber: catatan pinggir Seorang “neo-liberal” adalah orang yang jengkel kepada “Negara”. Tapi ada seorang pendahulunya yang tak jengkel, malah kocak: Frédéric Bastiat, orang Prancis di abad ke-19. Ia mempersamakan Negara dengan tokoh Figaro yang harus mendengarkan tuntutan dari delapan penjuru angin: “Aturlah buruh dan pekerjaan mereka!” “Habisi egoisme!” “Lawan kekurangajaran dan tirani…

  • salah paham tentang Amir Hamzah

    Penulis: Goenawan Muhamad Sumber: Nasionalisme/catatan Pinggir Begitu banyak salah paham tentang Amir Hamzah. Penyair ini dibunuh dalam sebuah pergolakan sosial di Sumatera Utara pada tahun 1946, tak lama setelah Indonesia diproklamasikan. Kekuasaan Belanda dan Jepang dinyatakan habis, tapi ”negara” dalam republik yang masih beberapa bulan umurnya itu belum tersusun. Mesin kekuasaan belum berjalan ketika euforia…

  • Pemimpin

    Penulis: Goenawan Muhamad Sumber: Catatan Pinggir … dia menebarkan ketakutan di benak para musuh kami, dia memberi kekuatan yang lebih hebat ketimbang 1.000 bek dan 10.000.000 kiper.”— Ri Myong-guk, penjaga gawang Korea Utara, menjelang pertandingan di Piala Dunia. Tuhan dan Kim Jong-il tak datang ke Afrika Selatan. Tapi tiap kesebelasan yang bertanding di Sokkerstad yang…

  • Manifes Kebudayaan 1963

    Penulis: Goenawan Muhamad Sumber: Catatan Pinggir Di bulan Agustus 1963, sebuah dokumen ditulis dan diumumkan: ”Manifes Kebudayaan”. Ia dengan segera menimbulkan kontroversi yang heboh. Isinya dianggap ”kontrarevolusioner” oleh Lekra dan organisasi-organisasi kebudayaan dan politik yang diakui pemerintah waktu itu. Kemudian juga oleh Presiden Soekarno. Manifes Kebudayaan Di Larang Pada 8 Mei 1964, dokumen itu—kemudian disebut…

  • Puasa

    Penulis: Goenawan Muhamad Sumber: Catatan pinggir DI hari-hari ini saya berpuasa dan merasakan sebuah privilese: saya dihormati. Dengan tekad saya sendiri saya berniat tak makan dan tak minum sejak dini hari hingga senja; selama itu saya sadar bahwa akan ada saat-saat saya bisa tergoda—tetapi saya selamat. Saya siap untuk terganggu, tetapi lihat: saya tak boleh…

  • Surat buat Siapa Saja

    Penulis: Goenawan Muhamad Sumber: Catatan Pinggir Editor: Laksmi Pamuntjak Antropolog Clifford Geertz mengutip T.S. Eliot: “Penyair yang buruk meminjam, penyair yang baik mencuri.” Apa pun soalnya, meminjam atau mencuri selalu berhubungan dengan pengalihan, yaitu dengan translation. Maka pikiran dapat tersentak membaca kalimat pembuka “introduction“Laksmi Pamuntjak: “Translation is a form of betrayal“—terjemahan adalah sebentuk pengkhianatan. Tentu saja ini…

  • Majenun

    Penulis: Goenawan Muhamad Sumber: Catatan Pinggir DI sana-sini, dunia perlu orang majenun. Atau penyair. Atau kedua-duanya. ”Kenapa kalian, para penyair, begitu terpesona kepada orang gila?” ”Kami punya banyak kesamaan.” Dialog ini, dalam film Man from La Mancha, berlangsung dalam sebuah penjara bawah tanah di Spanyol abad ke-17. Si penyair yang menjawab pertanyaan itu adalah Miguel…

  • Jenar

    Penulis: Goenawan Muhamad Sumber: Catatan Pinggir – untuk Ulil Abshar Abdalla  SIAPA yang menghukum mati seseorang karena iman dan pendirian akan mendengar sepotong kepala yang ketawa. Konon itulah yang terjadi setelah Sunan Kudus, di hadapan para wali dan para pembesar istana, memancung seorang cendekia yang dianggap sesat, pada suatu hari Jumat di abad ke-15, di…

  • ORIGAMI

    Penulis: Goenawan Mohamad Sumber : Catatan Pinggir Seorang penulis sejarah yang baik tahu bahwa ia seorang penggubah origami. Ia membangun sesuatu, sebuah struktur, dari bahan-bahan yang gampang melayang. Sebab bahan penyusunan sejarah sesungguhnya bagaikan kertas: ingatan. Ingatan tak pernah solid dan stabil; ingatan dengan mudah melayang tertiup. Seperti kertas, ketika ia menampakkan diri di depan…