Teknologi Satelite dalam Arkeologi Kuno

  • Whatsapp
Teknologi Satelite Dalam Arkeologi Kuno
Satelite Arkeologi dan Bangunan kuno

Hello ! Pembaca rakyat.id, semoga anda tidak merasa bosan dengan bahan bacaan yang tersedia dalam proses membaca bersama. Kami coba memberikan bahan bacaan berdurasi 1 menit.

Satelit Arkeologi dan Penemuan yang Diperlihatkan

Teknologi Satelite dalam Arkeologi Kuno

Satelit arkeologi adalah penggunaan citra satelit untuk mengidentifikasi, memetakan, dan menganalisis situs arkeologi yang sulit dijangkau. Berikut beberapa penemuan yang diperlihatkan oleh teknologi ini:

Tanah Hitam di Mesir

Satelit NASA mengungkap ribuan situs arkeologi yang tersembunyi di bawah permukaan tanah, termasuk piramida yang belum teridentifikasi.

Orang Qibthi (Mesir kuno) menyebut negeri ini zaman dahulu dengan istilah Kemy dan Takemy yang berarti hitam atau tanah yang hitam, sebagai simbol dari warna tanah subur. Dalam teks-teks resmi masa Fir’aun (Pharaonic), istilah Mesir paling kuno adalah Tawey yang berarti dua tanah, karena secara geografis, Mesir terbagi kepada dua wilayah; Tasyma’o (dataran tinggi/ardh sha’id) dan Tsameho (permukaan laut/ardh wajh al-bahr). Nama ini muncul sejak akhir tahun 4000 SM.

Ketergantungan Mesir sejak dahulu terhadap Sungai Nil untuk menyuburkan pertanian juga telah memunculkan sebutan bagi Mesir dengan nama Edbawey yang berarti tanah dua tepi, sebagai pengakuan mereka terhadap kebutuhan hidupnya kepada Sungai Nil.

Kota Hilang di Amazon

LIDAR yang dipasang pada satelit menunjukkan pola geometri yang mengungkap kota prasejarah dengan sistem jalan dan kanal. Reruntuhan sejumlah kota kuno yang tersembunyi di Amazon tersingkap berkat teknologi laser yang menembus rerimbunan hutan. Terletak di Lembah Upano di Ekuador, jaringan permukiman yang telah lama hilang ini menunjukkan betapa Amerika Selatan kaya akan budaya manusia yang sangat kompleks jauh sebelum Christopher Columbus tiba di pantai-pantai mereka.

Permukiman perkotaan yang luas bak metropolis baru-baru ini terungkap berkat penelitian interdisipliner selama 20 tahun yang mencakup kerja lapangan dan pemetaan dengan light detection and ranging (LIDAR). Teknologi pencitraan revolusioner ini memungkinkan para peneliti memindai wilayah yang luas dan mendeteksi jejak struktur tersembunyi yang tidak selalu terlihat dengan mata telanjang.

 

Jaringan Jalan Romawi di Eropa

Dengan bantuan pencitraan inframerah, para arkeolog menemukan jalan-jalan Romawi yang sebelumnya terkubur. Jaringan jalan Romawi di Eropa adalah sistem infrastruktur kuno sepanjang lebih dari 400.000 km yang dirancang untuk militer, perdagangan, dan administrasi, menghubungkan Inggris hingga Timur Tengah. Dikenal karena kekokohannya, jalan beraspal ini menopang peradaban Romawi selama berabad-abad, dengan banyak rute modern saat ini yang dibangun di atas fondasi jalurnya yang lurus dan terstruktur

 

Petroglyphs dan Geoglyphs di Kazakhstan

Pola geometris raksasa seperti “Nazca Lines” ditemukan melalui citra satelit, yang sebelumnya tidak terdeteksi di darat.Petroglif dan geoglif di Kazakhstan adalah peninggalan prasejarah yang menakjubkan, menceritakan kehidupan nomad, ritual spiritual, dan astronomi kuno di Asia Tengah. Situs utama termasuk kompleks Tanbaly yang menampilkan ribuan ukiran batu Zaman Perunggu dan Besi, serta misteri geoglif tanah (seperti Torgai) yang membentuk pola raksasa.

 

Situs Angkor Wat yang Tertutup Hutan

Menggunakan pemetaan satelit, ditemukan struktur tambahan di sekitar Angkor Wat yang membuktikan peradaban Khmer jauh lebih besar dari perkiraan.Angkor Wat, candi Hindu-Buddha terbesar di dunia yang terletak di Siem Reap, Kamboja, dikenal dengan lokasinya yang ikonik di tengah hutan lebat. Dibangun pada abad ke-12 oleh Raja Suryawarman II, kompleks seluas 162 hektar ini sempat tersembunyi oleh vegetasi hutan selama berabad-abad sebelum dipugar, menampilkan perpaduan memukau antara arsitektur Khmer megah dan akar pohon raksasa yang menyelimuti reruntuhan

Bentuk Bangunan Tertua di Dunia

Berbagai bentuk bangunan kuno telah ditemukan di seluruh dunia, mencerminkan inovasi manusia dalam konstruksi:

Megalit dan Dolmen

Contoh: Göbekli Tepe (Turki, ±9600 SM) adalah kuil batu tertua.Megalit (batu besar) dan dolmen adalah peninggalan kebudayaan zaman Megalitikum (batu besar) yang menonjol, umumnya berupa meja batu. Dolmen berfungsi sebagai tempat sesaji, pemujaan roh nenek moyang, atau kubur batu (peti mati). Di Indonesia, dolmen banyak ditemukan di Bondowoso, NTT, dan Sumatra

Piramida

Contoh: Piramida Djoser (Mesir, ±2670 SM), struktur piramida bertingkat tertua.Piramida adalah struktur bangunan batu raksasa berbentuk limas, paling ikonik di Mesir kuno, yang dibangun lebih dari 6.000 tahun lalu sebagai makam firaun dan ratu untuk kehidupan akhirat. Piramida, terutama kompleks Giza, melambangkan keajaiban teknik kuno, peradaban maju, dan simbol kekuasaan

Ziggurat

Contoh: Ziggurat Ur (Mesopotamia, ±2100 SM), struktur kuil berundak.Zigurat adalah menara kuil bertingkat berbentuk piramida dengan sisi miring, dibangun di Mesopotamia kuno (Irak modern) oleh bangsa Sumeria, Akkadia, Elam, dan Babilonia antara 4000-500 SM. Struktur ini berfungsi sebagai tempat ibadah keagamaan, diyakini sebagai tempat bersemayam dewa, serta penghubung antara langit dan bumi.

Rumah Batu (Dry Stone Structures)

Contoh: Skara Brae (Skotlandia, ±3180 SM), pemukiman batu Neolitikum yang masih utuh.Rumah tua di pertigaan Gunung Batu, Bogor (Jalan Ishak Djuarsa/R.E. Abdullah), memiliki sejarah unik dengan dua versi: sebagai pabrik kecap legendaris Zebra atau rumah Lie Tek Soen. Dibangun sekitar tahun 1930-an (terdapat penanda tahun 1930 dan 1936), bangunan ini menjadi situs bersejarah yang diharapkan tetap mempertahankan keaslian arsitekturnya.

Candi Batu

Contoh: Candi Borobudur (Indonesia, abad ke-8 M), stupa Buddha terbesar dengan arsitektur batu canggih.Batu candi adalah jenis batuan beku andesit berwarna abu-abu hingga hitam, berasal dari lava merapi yang membeku dan sering digunakan sebagai bahan bangunan candi atau material dinding dan lantai (paving) karena teksturnya yang berpori, kuat, dan memberikan kesan sejuk serta alami. Batu ini tahan cuaca, cocok untuk eksterior, namun rentan berlumut sehingga butuh perawatan coating

Benteng Batu

Sardinia, ±1800 SM), benteng misterius dari budaya Nuragic.Benteng batu bersejarah di Indonesia, seperti Benteng Rotterdam (Makassar) dan Benteng Marlborough (Bengkulu), umumnya merupakan peninggalan kolonial Belanda atau Portugis yang dibangun untuk pertahanan, monopoli rempah-rempah, dan pusat pemerintahan antara abad ke-17 hingga ke-19. Struktur ini didominasi oleh batuan andesit, batu karang, dan bata tebal.

Teknologi satelit terus membantu mengungkap bangunan kuno yang belum teridentifikasi, membuka wawasan baru dalam sejarah peradaban manusia. Apabila anda mempunyai informasi lainnya, silahkan tuliskan komentar.

Sumber Detail ada di Natgeo


[rakyat.id]

Tinggalkan Balasan