5 tokoh Pahlawan Nasional dari Papua | Tanya – Jawab

Oleh rfq
0 Komentar 406 views
KUIS Ibu Pintar, rakyat punya cerita
Pahlawan Nasional dari Papua: Perjuangan Integrasi Wilayah Timur Indonesia Papua, sebagai wilayah paling timur Indonesia, memiliki sejarah perjuangan panjang untuk integrasi ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Para pahlawan nasional asal Papua memainkan peran krusial dalam melawan penjajahan Belanda, memperjuangkan pembebasan Irian Barat (sekarang Papua), dan memastikan keutuhan wilayah melalui diplomasi, perlawanan bersenjata, serta aktivisme politik. Hingga saat ini (November 2025), terdapat lima tokoh utama yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia, sebagian besar melalui Keputusan Presiden No. 077/TK/1993 dan penambahan pada 2011.

Mereka semuanya lahir di wilayah Papua dan wafat setelah kemerdekaan.

Berikut adalah daftar lengkap pahlawan nasional dari Papua beserta profil singkat, kontribusi utama, dan penghargaan yang diterima. Saya menyusunnya dalam tabel untuk kemudahan pembacaan:

No.
Nama Pahlawan
Tempat & Tahun Lahir
Tahun Wafat
Kontribusi Utama dalam Kemajuan Negeri
1
Frans Kaisiepo
Wardo, Biak (10 Okt 1921)
1979
Mewakili Papua di Konferensi Malino (1946) untuk pembentukan RIS; mengusulkan nama “Irian” (berarti “tanah beruap” dalam bahasa Biak); orang pertama yang mengibarkan bendera Merah Putih di Papua; Gubernur pertama Irian Barat (1964-1973) yang menyukseskan Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) untuk integrasi penuh ke NKRI. Namanya diabadikan di Bandara Frans Kaisiepo, Biak, dan potretnya ada di uang Rp10.000.
2
Silas Papare
Serui, Yapen Waropen (18 Des 1918)
1994
Pendiri Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII) dan Badan Perjuangan Irian (1949); delegasi Soekarno di Perjanjian New York (1962) yang mengembalikan Irian Barat ke Indonesia; pejuang anti-kolonial yang dipenjara Belanda. Namanya diabadikan di KRI Silas Papare (386).
3
Marthen Indey
Doromena, Fakfak (14 Mar 1912)
1986
Mantan polisi Belanda yang memberontak pada 1945 untuk protes rencana pemisahan Irian Barat; anggota MPRS (1963-1968) dan Kontrolir Residen Jayapura; dipenjara di Digul selama 3 tahun karena nasionalisme.
4
Johannes Abraham Dimara
Korem, Biak Utara (16 Apr 1920)
2000
Mayor TNI yang memimpin perlawanan bersenjata di Biak (1945) dan menjadi delegasi Trikora (1961-1962) untuk pembebasan Irian Barat; anggota DPA RI (1959-1965). Namanya diabadikan di Pangkalan Udara Dimara, Merauke.
5
Machmud Singgirei Rumagesan
Fakfak (27 Des 1885)
1952
Raja muda Fakfak yang memimpin Gerakan Revolusioner Irian Barat dan Organisasi Pemuda Cendrawasih Muda; mendukung integrasi Papua ke RI melalui diplomasi dan perlawanan terhadap Belanda; dipenjara karena aktivisme.

Dampak Keseluruhan Perjuangan MerekaPara pahlawan ini tidak hanya memperjuangkan kemerdekaan fisik, tetapi juga membangun fondasi persatuan nasional di wilayah timur yang rawan disintegrasi. Kontribusi mereka melalui Konferensi Malino, Trikora, Perjanjian New York, dan Pepera memastikan Papua menjadi bagian integral NKRI pada 1 Mei 1963, yang membuka jalan bagi pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi di Papua. Semangat mereka menginspirasi generasi muda Papua untuk menjaga keutuhan bangsa, meski tantangan seperti isu otonomi masih ada.

—————————————————–
[rakyat.id]

Baca Juga

Leave a Comment