Waspada! Bahan bacaan ini mempunyai kandungan edukasi & literasi Digital. Akan membuat para pembaca bertambah cerdas serta terhindar dari berbagai macam penipuan digital.
Ini bukan bacaan terkait seks, kebencian dan mistik.
Berikut adalah 25 cara melindungi data pribadi dari kejahatan scam digital (berdasarkan rekomendasi ahli cybersecurity, FTC, dan sumber terpercaya tahun 2025-2026).
Cara-cara ini fokus pada pencegahan pencurian identitas, phishing, dan penipuan online yang semakin canggih dengan AI dan deepfake.
1.Gunakan kata sandi kuat dan unik untuk setiap akun.
2.Buat passphrase panjang (minimal 15 karakter, campur huruf besar-kecil, angka, simbol).
3.Hindari nama, tanggal lahir, atau kata umum.
4.Gunakan password manager (seperti Bitwarden, LastPass, atau built-in browser) untuk menyimpannya aman.
5.Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) atau multi-factor authentication (MFA).
6.Pilih metode app-based (Google Authenticator, Authy, Microsoft Authenticator) daripada SMS, karena SMS rentan SIM swapping.
7.Jangan pernah bagikan kode OTP ke siapa pun.
8.Waspada terhadap phishing, smishing, dan quishing.
9.Jangan klik link atau buka attachment dari email/SMS/WhatsApp mencurigakan. Ketik URL manual ke situs resmi (misal: bank.co.id, bukan dari link).
10.Periksa email pengirim dengan teliti (cek typo domain).
11.Jangan pernah bagikan data sensitif secara sembarangan
Hindari kirim foto KTP, nomor rekening, CVV kartu kredit, atau OTP via chat/email.
12.Pemerintah/bank tidak pernah minta data via pesan tak terduga.
13.Perbarui software, OS, dan aplikasi secara rutin.
14.Aktifkan auto-update di ponsel/komputer. Patch keamanan sering menutup celah yang dieksploitasi hacker dan malware.
15.Pasang antivirus/firewall dan anti-malware terpercaya
Gunakan yang up-to-date (seperti Bitdefender, Malwarebytes, atau built-in Windows Defender). Hindari download dari situs bajakan.
16.Hindari Wi-Fi publik untuk transaksi sensitif.
Jika terpaksa, gunakan VPN (seperti ProtonVPN, ExpressVPN) untuk enkripsi data. Jangan akses banking atau email penting di kafe/hotspot.
17.Batasi informasi pribadi di media sosial
Set profil private, jangan posting alamat, nomor HP, tanggal lahir, atau detail keluarga. Scammer gunakan ini untuk social engineering atau jawab security question.
18.Gunakan email dan nomor HP khusus untuk akun penting.
Pisahkan email utama (untuk banking) dari email sekunder (untuk shopping/social).
19.Hindari pakai nomor HP utama untuk semua registrasi.
Pantau aktivitas akun dan transaksi secara rutin.
20.Aktifkan notifikasi SMS/email untuk setiap login/transaksi. Cek mutasi rekening dan laporan kredit secara berkala (di Indonesia via SLIK OJK atau aplikasi bank).
21.Hindari klik iklan atau link dari sumber tak dikenal
Jangan ikut survey/giveaway yang minta data pribadi lengkap. Cek review situs sebelum belanja online.
22.Backup data penting secara rutin
Simpan di cloud aman (Google Drive, iCloud dengan 2FA) atau external drive. Ini lindungi dari ransomware yang bisa enkripsi file.
23.Gunakan browser dengan fitur privasi tinggi. Pakai mode Incognito + extension seperti uBlock Origin, HTTPS Everywhere, atau Privacy Badger. Hapus cookie/cache secara berkala.
24.Verifikasi identitas sebelum transfer uang atau kirim data.
Jika ada panggilan/email minta verifikasi, hang up dan hubungi nomor resmi sendiri.
25.Set kode rahasia dengan keluarga untuk verifikasi panggilan mendadak (anti-grandparent scam).
Opt-out dari data broker dan pantau dark web. Gunakan layanan seperti Have I Been Pwned? untuk cek kebocoran data.
Di Indonesia, pantau via situs resmi BSSN atau laporkan ke Kominfo jika curiga. Pertimbangkan layanan removal data (seperti OneRep) jika memungkinkan.
Tips tambahan di 2026:
Selalu verifikasi dengan “hubungi balik” via nomor resmi.
Jika ragu, stop dan tanya orang terdekat atau cek situs resmi (ftc.gov, bssn.go.id, ojk.go.id).
Edukasi keluarga, terutama lansia dan anak muda yang sering jadi target.
Dengan menerapkan 25 cara ini secara konsisten, risiko scam dan pencurian data pribadi bisa dikurangi drastis.
Punya akun atau situasi spesifik yang ingin dibahas lebih lanjut?.
Semoga bermanfaat.
—————
[Rakyat.id]