Sugar Glider Hewan Unik

  • Whatsapp
Img20260516114053 Scaled

Sugar glider (Petaurus breviceps dan kerabatnya) adalah marsupial kecil arboreal (hidup di pohon) yang terkenal karena kemampuannya meluncur (gliding) antar pohon.

Sejarah dan Evolusi (Asal Usul)
Genus Petaurus (termasuk sugar glider) diperkirakan berasal dari New Guinea pada era Miosen Tengah, sekitar 18–24 juta tahun lalu. Mereka kemudian menyebar ke Australia sekitar 4,8–8,4 juta tahun lalu, kemungkinan melalui jembatan darat saat permukaan laut lebih rendah. Fosil tertua Petaurus di Australia berumur sekitar 4,46 juta tahun.

Sugar glider termasuk dalam kelompok marsupial Australia-New Guinea. Mereka bukan rodent (bukan keluarga tikus), melainkan marsupial yang berevolusi secara konvergen dengan flying squirrel (tupai terbang) di Amerika Utara, meski tidak berkerabat dekat. Kemampuan meluncur berevolusi secara independen beberapa kali pada marsupial.

Pada 2021, penelitian taksonomi menemukan bahwa yang dulunya dianggap satu spesies (Petaurus breviceps) terpecah menjadi tiga spesies yang berbeda:

Sugar Glider (Petaurus breviceps) — terutama di Australia timur (pantai timur Great Dividing Range).
Savanna Glider (Petaurus ariel) — di Australia utara.

Krefft’s Glider (Petaurus notatus) — di Australia timur dan utara.
Populasi yang dijadikan hewan peliharaan di banyak negara (termasuk Indonesia) sering berasal dari West Papua (Indonesia).

Keturunan Keluarga Binatang
Kingdom: Animalia
Kelas: Mammalia
Infrakelas: Marsupialia (berkantung)
Ordo: Diprotodontia (bersama koala, wombat, possum, kanguru)
Famili: Petauridae (lesser gliding possums atau glider kecil)
Genus: Petaurus (wrist-winged gliders).

Mereka kerabat dekat dengan Leadbeater’s possum dan striped possum dalam famili yang sama.
Cara Bertahan Hidup (Adaptasi dan Ekologi).

Sugar glider adalah hewan nokturnal (aktif malam hari) yang sangat adaptif di hutan terbuka, hutan eukaliptus, dan akasia.

Adaptasi utama:
Patagium (selaput terbang) yang menghubungkan pergelangan tangan ke pergelangan kaki, memungkinkan meluncur hingga 50 meter antar pohon untuk mencari makanan, menghindari predator, dan berpindah habitat.

Hidup sosial dalam kelompok kecil (hingga 7–10 individu) di sarang lubang pohon. Mereka tidur berpelukan untuk menghemat energi.

Torpor (penurunan suhu tubuh sementara) di musim dingin untuk menghemat energi saat cuaca dingin.

Diet omnivora opportunis (sangat fleksibel):

Utama: nectar, pollen, getah pohon (acacia gum, eucalyptus sap), madu embun.

Protein: serangga, kadal kecil, burung kecil, telur.
Diet berubah sesuai musim dan lokasi.

Mereka jarang turun ke tanah, menghabiskan hampir seluruh hidup di kanopi pohon. Ancaman utama adalah hilangnya habitat dan fragmentasi hutan.

Jenis (Spesies dan Variasi)
Secara ilmiah, ada 3 spesies utama seperti disebutkan di atas (dulu dianggap 1 spesies dengan beberapa subspesies).

Di komunitas pecinta sugar glider (khususnya di Indonesia sebagai hewan peliharaan), orang membedakan banyak variasi warna/morf (color morphs) hasil breeding, seperti:
Classic Grey
White Face
Leucistic
Albino
Mosaic
Platinum
dan berbagai combo lainnya (sekitar 7–11 jenis populer yang sering dijual).

Variasi warna ini bukan spesies berbeda, melainkan mutasi genetik pada warna bulu.

Sugar glider adalah hewan yang menarik dan unik, tapi di alam liar mereka butuh habitat hutan yang baik, dan sebagai peliharaan mereka memerlukan perawatan khusus karena kebutuhan sosial dan diet yang kompleks.

Sumber: {darisegalasumber}
—–
[Rakyat.id]

Pos terkait