Sejarah Wine & Natural Wine

  • Whatsapp
Img 20260520 111040
Oplus_16908288

🙋🏻Nihao ! Semoga sehat selalu para pembaca , pada waktu ini kita akan membaca bersama terkait pembuatan & Sejarah Natural Wine.

🏞️Natural wine (vin naturel) adalah anggur yang dibuat dengan intervensi minimal, menggunakan bahan alami sebanyak mungkin, tanpa tambahan kimia, ragi komersial (biasanya ragi liar/wild yeast), sulfat rendah atau nol, serta tanpa filtrasi atau klarifikasi berlebih.

🌳Tujuannya adalah mengekspresikan terroir (ciri khas tanah dan lingkungan) secara murni.

🌲Cara Membuat Natural Wine (Secara Sederhana di Rumah).
Natural wine paling autentik dibuat dari anggur organik/biodynamic yang ditanam sendiri atau dibeli dari sumber terpercaya. Proses dasarnya mirip pembuatan wine tradisional tapi lebih “hands-off”.

Bahan Utama (untuk skala kecil, ~4-5 liter):
Anggur segar matang (merah untuk red wine, putih untuk white) — sebanyak 5-10 kg, idealnya tidak dicuci agar ragi liar tetap ada.

*Air bersih (opsional, jika perlu menyesuaikan).
*Wadah fermentasi (glass jar, demijohn, atau fermenter food-grade).
*Airlock (atau balon lateks sederhana).
Botol kaca untuk penyimpanan akhir.

❄️Langkah-langkah Pembuatan:
Panen & Persiapan: Pilih anggur matang. Hancurkan buah (crush) dengan tangan atau alat agar jus keluar, termasuk kulit dan biji (untuk red wine, ini penting untuk warna dan tanin). Jangan cuci buah agar ragi liar alami tetap ada.

🍑Fermentasi Primer (Maceration & Wild Fermentation): Masukkan ke wadah besar. Tutup longgar (dengan kain) agar gas keluar tapi serangga tidak masuk.

🍒Biarkan ragi liar dari kulit anggur memfermentasi gula menjadi alkohol. Aduk sesekali (1-2 kali sehari) selama 5-14 hari. Suhu ideal sekitar 20-25°C.

🍉Gelembung muncul sebagai tanda fermentasi aktif. Untuk red wine, kulit dibiarkan lebih lama; untuk white, bisa dipisah lebih cepat.

🍐Pemisahan (Racking): Saring ampas (kulit, biji) setelah fermentasi primer melambat. Pindahkan cairan ke wadah kedua dengan airlock untuk fermentasi sekunder (beberapa minggu hingga bulan). Ini mengurangi kontak oksigen.

🍋‍🟩Penuaan & Klarifikasi Alami: Biarkan diam di tempat sejuk gelap. Endapan alami akan turun sendiri (tidak perlu fining agent kimia). Natural wine sering keruh karena tidak difilter.

🥭*Pembotolan: Setelah stabil (biasanya 1-6 bulan), botolkan. Natural wine (terutama pét-nat) kadang difermensikan lebih lanjut di botol untuk efek sparkling alami.

🍍*Catatan Penting:
Kebersihan sangat krusial untuk hindari kontaminasi (acetic acid/bakteri asam).
Hasil bisa bervariasi; rasa lebih “funky”, asam, atau earthy dibanding wine konvensional.

🍈Di rumah, banyak orang pakai ragi komersial untuk konsistensi, tapi untuk true natural, hindari itu.

🥑*Risiko: Bisa gagal atau menjadi cuka jika tidak benar. Mulai kecil dan pelajari dari sumber terpercaya.
Untuk skala komersial, proses serupa tapi dengan kebun organik, panen manual, dan peralatan minimal.

🌟Sejarah Wine.

Wine memiliki sejarah panjang, lebih dari 8.000 tahun.

🍋Asal Usul (ca. 6000-8000 SM): Bukti tertua ditemukan di Georgia (dekat Tbilisi) sekitar 6000 SM, berupa residu di kendi tanah liat. Ada juga bukti di Tiongkok (sekitar 7000 SM) dari campuran beras-madu-buah, dan Armenia (winery tertua di Areni-1, ca. 4100 SM).

🍌Penyebaran ke Timur Tengah & Eropa: Orang Fenisia dan Yunani kuno membawa wine ke Mediterania. Di Mesir kuno (ca. 2500 SM), wine digunakan untuk upacara dan dikubur bersama firaun. Yunani mengintegrasikannya ke dalam mitologi (Dionysus) dan perdagangan.

🫐Era Romawi: Romawi memperluas perkebunan anggur ke seluruh Eropa (Prancis, Jerman, Spanyol, dll.) dan menyempurnakan teknik. Setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi, biara-biara Kristen mempertahankan tradisi pembuatan wine untuk misa.

🥝Abad Pertengahan hingga Modern: Wine berkembang di Eropa dengan varietas dan terroir khas (Bordeaux, Burgundy, dll.). Penjajahan Eropa membawa wine ke Amerika, Australia, Afrika Selatan, dll. Krisis phylloxera (abad 19) menghancurkan banyak kebun, tapi diselamatkan dengan grafting ke rootstock Amerika.

🍇Natural Wine Movement: Muncul sebagai reaksi terhadap wine industri modern (banyak aditif, manipulasi teknologi) sejak akhir abad 20, terutama di Prancis (Beaujolais, Loire) dan Italia. Sekarang populer secara global sebagai “kembali ke akar” pembuatan wine tradisional.

🍇Wine bukan hanya minuman, tapi bagian dari budaya, agama, dan ekonomi manusia selama ribuan tahun. Jika ingin mencoba membuat sendiri, mulailah dengan resep sederhana dan prioritaskan kebersihan serta kesabaran.

Selamat mencoba!
#Belajarbersama
#semuaorangituguru
—–
[Rakyat.id]

Pos terkait