Fungsi Dasar Automatic Transfer Switch ( ATS )

  • Whatsapp
Images 6 2

ATS (Automatic Transfer Switch) adalah perangkat yang berfungsi untuk mengalihkan sumber daya listrik dari sumber utama ke sumber cadangan secara otomatis. perangkat sakelar listrik otomatis yang memindahkan beban listrik dari sumber utama (seperti PLN) ke sumber cadangan (genset/inverter) saat terjadi pemadaman, dan sebaliknya. Alat ini memastikan kontinuitas daya tanpa intervensi manual, sangat penting untuk industri, rumah sakit, dan pusat data.

 

Bacaan Lainnya

Berikut karakteristik dan kegunaan Automatic Transfer Switch:

 

Karakteristik

1. Mengalihkan sumber listrik secara otomatis.

perangkat listrik yang mengalihkan sumber listrik secara otomatis dari sumber utama (PLN) ke sumber cadangan (genset/panel surya) saat terjadi pemadaman, dan kembali ke sumber utama saat daya normal kembali. Proses ini terjadi tanpa campur tangan manusia, cepat, dan aman.

2. Menggunakan sensor untuk mendeteksi gangguan.

Sensor-sensor ini, seperti sensor tegangan (voltase), frekuensi, dan arus, memantau kondisi suplai listrik utama (PLN) secara terus-menerus. Jika terdeteksi under-voltage, over-voltage, atau pemadaman, sensor mengirim sinyal ke kontroler ATS untuk beralih ke sumber

3. Dapat diatur untuk mengalihkan sumber listrik dalam waktu singkat.

Automatic Transfer Switch (ATS) mengalihkan sumber listrik dalam waktu yang sangat singkat (dalam hitungan detik atau milidetik) tanpa campur tangan manusia saat sumber utama (PLN) padam. ATS memantau daya 24/7 dan secara otomatis memindahkan beban ke sumber cadangan seperti generator atau UPS, sering kali dengan waktu respon di bawah 1 detik.

4. Memiliki fitur proteksi dari kelebihan beban dan hubungan pendek.

Automatic Transfer Switch (ATS) kelas PC tidak memberikan proteksi langsung terhadap kelebihan beban (overload) atau hubungan pendek (short circuit). Fungsi utama ATS adalah mengalihkan beban antara sumber listrik utama (PLN) dan cadangan (Genset) secara otomatis.

5. Dapat diintegrasikan dengan sistem pengendalian lain.

umumnya diintegrasikan dengan sistem pengendalian lain, seperti relay proteksi (misalnya MiCOM P143/P543) untuk memantau kondisi sumber, genset untuk daya cadangan, sistem berbasis IoT untuk monitoring jarak jauh, dan panel surya (PLTS) sebagai sumber energi hybrid. Integrasi ini memungkinkan peralihan daya yang aman dan otomatis.

Automatic Transfer Switch Industry
Automatic Transfer Switch Industry

 

Kegunaan

1. Meningkatkan keandalan pasokan listrik.

2. Mengurangi risiko kecelakaan.

3. Menghemat waktu dan biaya perawatan.

4. Meningkatkan efisiensi energi.

5. Mengurangi dampak gangguan listrik.

 

Jenis Automatic Transfer Switch

1. ATS Otomatis:

Mengalihkan sumber listrik secara otomatis.

alat yang bekerja secara otomatis untuk memindahkan sumber listrik dari PLN ke sumber cadangan (seperti genset, inverter, atau solar panel) saat listrik utama padam, dan sebaliknya, kembali ke PLN saat menyala. Sistem ini bekerja tanpa intervensi manusia untuk menjamin kelistrikan tanpa gangguan.

2. ATS Manual:

Mengalihkan sumber listrik secara manual.

Pengguna memindahkan sumber listrik secara manual menggunakan push button atau sakelar, biasanya digunakan saat pemanasan genset mingguan

3. ATS Hybrid:

Menggabungkan otomatis dan manual.

Hybrid adalah sistem perpindahan daya otomatis yang dirancang untuk mengelola lebih dari dua sumber energi—misalnya PLN, genset, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)/baterai—secara mandiri. Sistem ini secara otomatis memonitor, memindahkan beban ke sumber cadangan saat listrik utama padam, dan memprioritaskan energi terbarukan (hybrid) untuk efisiensi.

4. ATS Intelijen:

Menggunakan teknologi pintar untuk mengoptimalkan pengalihan.

adalah perangkat pemindah daya otomatis yang intelligent (cerdas). ATS menggunakan kontrol logika berbasis mikroprosesor untuk memantau parameter listrik, mendeteksi kegagalan sumber utama (PLN), dan berpindah ke daya cadangan (genset) secara otomatis.

 

Komponen

1. Sensor gangguan.

2. Relay pengalih.

3. Kontaktor.

4. Pengendali logika (PLC).

5. Panel kontrol.

 

Berikut Komponen Utama  cara kerja Automatic Transfer Switch (ATS:

 

Komponen Utama

1. Sensor gangguan (voltage sensor, current sensor)

2. Relay pengalih (transfer relay)

3. Kontaktor (kontaktor utama dan kontaktor cadangan)

4. Pengendali logika (PLC)

5. Panel kontrol

 

Proses Kerja

1. *Pengukuran kondisi listrik*: Sensor gangguan memantau kondisi listrik sumber utama.

2. *Deteksi gangguan*: Sensor mendeteksi gangguan (kelebihan beban, hubungan pendek, atau pemadaman).

3. *Sinyal pengalihan*: Sensor mengirim sinyal ke relay pengalih.

4. *Pengalihan sumber*: Relay mengalihkan sumber listrik ke sumber cadangan.

5. *Aktivasi kontaktor*: Kontaktor cadangan diaktifkan.

6. *Pemutusan kontaktor utama*: Kontaktor utama diputuskan.

7. *Pengaturan tegangan*: ATS mengatur tegangan sumber cadangan.

8. *Monitoring kondisi*: ATS memantau kondisi listrik sumber cadangan.

 

Mode Operasional

1. *Mode Otomatis*: ATS mengalihkan sumber listrik secara otomatis.

2. *Mode Manual*: ATS mengalihkan sumber listrik secara manual.

3. *Mode Test*: ATS melakukan tes fungsi.

 

Jenis Pengalihan

1. *Pengalihan cepat* (fast transfer): ATS mengalihkan sumber listrik dalam waktu singkat.

2. *Pengalihan lambat* (slow transfer): ATS mengalihkan sumber listrik dalam waktu lebih lama.

 

Kelebihan

1. Meningkatkan keandalan pasokan listrik.

2. Mengurangi risiko kecelakaan.

3. Menghemat waktu dan biaya perawatan.

4. Meningkatkan efisiensi energi.

 

Standarisasi Automatic Transfer Switch

1. IEC 60947-6-1.

2. IEEE C37.90.

3. NFPA 110.

4. SNI 04-6616-2002.

 

Sumber:

1. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

2. Perusahaan Listrik Negara (PLN).

3. IEEE.

4. IEC.

(alan)