Kue Semprong ” Ku Sembunyikan Perasaan ini Agar Terlihat Setrong”

  • Whatsapp
Kue Semprong &Quot; Ku Sembunyikan Perasaan Ini Agar Terlihat Setrong&Quot;
Oplus_16908288

Kue Semprong

Kue Semprong melakukan aksi keteguhan perlawanan hati, menuntut persamaan berkeadilan. Tanpa melihat siapa pun untuk dapat melakukannya,
bagi merubah keadaan jiwa, filosofi, lingkungan dan tata cara hidup.

Menghitung jarak waktu yang tidak lagi panjang, melangkah, tertawa,
berbagi kebahagian dan juga kesedihan.

Bacaan Lainnya

Panitia penyelenggara kegiatan, terus berpesta pora, menghitung isi
kantong pribadi dan golongan, tak sadar bahwa mereka mempunyai banyak kesepakatan masa depan. Tidak hanya bisa dilihat di kamera dalam kaca, tetapi juga bisa dilihat tidak jauh dari keadaan di luar sini.

Terlelap dalam kamar mewah di kolong jembatan, beralas kardus ,kayu dan bambu. Tancap gas lalu menarik gerobak beroda dua. Terjaga setiap malam, bersahabat oleh cuaca, bersenandung getirnya malam menjaga serangan serangga yang memburu darah segar mereka.

Banyak sudah acara perayaan diselenggarakan, tetap saja makin
bertambah tua, berpengalaman, pesona tetapi tidak tercerminkan
dalam umurnya dalam berproses.

Menjadi panitia penyelenggara.

Sampai kapan para ” Kue Semprong” bisa merasakan hidup normal
seperti layaknya manusia ikut berproses di rumah besar impiannya. TIdak berguna merupakan pelemahan dari jiwa yang tidak sadar akan kematian, mereka telah memberikannya kepada kami untuk mati perlahan dalam berkeadilan, berpatriotik, berkesejahteraan adil dan makmur.

Tanpa debat, mereka gagal menjadikan kesatuan, kesejahteraan untuk
manusia merdeka. Sampai kapan rasa ini akan selalu ada, sampai rasa mati dan hidup kembali, semoga mereka bisa hadir bagi kami.

Si miskin ini, pengangguran, pecinta harga pangan murah dan juga
pecinta lingkungan.

Onani orasi sejarah dalam kata sumpah serapah, tumpah kekesalan dalam hening kamar mandi.

Kami rapuh, bodoh, miskin tanpa harapan karena anda pelaksana penyelenggara yang buta , tuli dan bisu.

Apakah kami akan mati berdiri untuk anda, tidak akan pernah.

Kami manusia merdeka tapi tidak merasa punya, ingat peradilan kematianku, akan kubawa kalian ke dalam perjanjian yang kelakĀ  harus dipertanggung jawabkan.

Selamat meminum kekayaan alam kami, tetapi kami kue semprong tidak hanya melawan tetapi mengejar kalian setiap waktu sampai anda tenggelam lalu timbul kembali.

Penulis : [MoC]


[rakyat.id]

Pos terkait