Skip to content
-
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Aneka Cerita
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Musik Asik
  • Kesehatan
  • Login
Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
Subscribe
Close

Search

Home/Budaya Indonesia/Petani Garam Desa Les Tejakula Buleleng – Bali
Petani Garam
Budaya Indonesia

Petani Garam Desa Les Tejakula Buleleng – Bali

By rfq
5 November 2024, 02:11:53 1 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Petani Garam Desa Les Tejakula Buleleng – Bali

Petani garam tradisional di Desa Les Tejakula Buleleng, beberapa diantaranya masih mempertahankan cara tradisional untuk menghasilkan kristal-kristal garam yang berasal dari air laut.

Mereka sangat mengandalkan cuaca alam, tantangan terbesar adalah ketika musim hujan dan tidak ada cukup panas matahari untuk menguapkan air laut yang mengandung garam.
Pendapatan mereka turun drastis karena tidak bisa memproduksi garam.

Lalu apa solusi pemerintah Untuk Petani Garam ?.

Sejauh ini tidak ada.

Jadi para petani garam beralih profesi menjadi apa saja untuk menyambung hidupnya.

Ada yang menjadi tukang bangunan, jualan apa saja di pasar, atau apa pun itu.

Pagi itu saya membekukan moment Pak Nengah yang sedang bekerja bersama munculnya sang surya dari ufuk timur.

Garam Tejakula memang berbeda, menjadi andalan chef kelas dunia. Mereka menggunakan tanah untuk mendapatkan kandungan mineral dalam garamnya.

Garam laut Bali mengandung berbagai mineral, di antaranya:

Kalsium, yang baik untuk tulang dan gigi.
Magnesium, yang membantu mengatur proses biokimia dalam sistem metabolisme dan kardiovaskular.
Potasium, yang mendukung sistem saraf.
Zat besi dan yodium, yang membantu menstabilkan kondisi tubuh.
Sulfur, yang mendukung sistem imun tubuh dan detoksifikasi.

Garam laut mengandung banyak mineral karena tidak melalui proses kimia. Garam yang tidak melalui proses pengolahan kimia atau mekanis disebut garam non refinasi. Garam non refinasi sering dianggap lebih alami dan memiliki kandungan mineral yang lebih tinggi daripada garam yang telah melalui proses refinasi.

Semoga semangat Pak Nengah seiring mentari menular ke para pembaca.
Dan menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah.

Rahayu, rahayu, rahayu.

Sumber & Foto : [Oyk]


[rakyat.id]

Email 0 Facebook 0 Twitter 0 Reddit 0
X Linkedin 0 Stumbleupon 0
Simpan Ke daftar Baca anda Tambah Ke BookMarks
Author

rfq

Peace | Love | Unity | Respect

Follow Me
Other Articles
A93375Af 3A84 46Be 9316 072F064E73Bf
Previous

10 Tempat Paling Romantis Bersama Keluarga

Pengeringan Garam Tradisional
Next

Viral,Tempat Pengeringan Garam Tradisional Kabupaten Buleleng

Tag Populler

10 Tips (78) Aneka Cerita (113) BALI (15) Berita Nasional (100) Bisnis (165) Cara Sehat (30) Cerita Wisata (17) Children of the days (23) Covid19 (19) Desa Wisata (19) Destinasi Pariwisata (15) Eduardo Galeano (61) Esai (56) Ibu Pintar (28) Indonesia (13) Joko Widodo (105) kebudayaan (14) Keuangan (100) Kisah Nabi (16) Kuliner Khas (26) Masyarakat (21) Mirrors (30) Musik Asik (18) Olahraga (20) Pariwisata (16) Pasar Modal (14) Pemulihan Ekonomi (13) Pertanian (15) Puisi (21) Rahasia Ibu Pintar (19) Rakyat Bisa (37) Rakyat News (369) Rakyat Punya Cerita (178) Rakyat Sehat (35) Rakyat Teknologi (16) Rumah Tangga (20) Sajak (102) Sajak Pendek (22) Sejarah (25) Sejarah Dunia (15) Suara Rakyat (179) Teknologi (226) Tokoh (22) Wanita (20) Wardah Hafidz (71)

Official

  • Home
  • Terms And Conditions
  • Privacy and Policy
  • Disclaimers
  • About Us
  • Contact Us
  • Sitemap
Copyright {2018} — Rakyat.id. All rights reserved.