Daftar Isi
Secuil Catatan Sejarah Dunia
11 April 1713| Perjanjian Damai Utrecht | Akhir Dominansi Louis XIV di Eropa
Perjanjian Damai Utrecht adalah hasil dari Konflik Warisan yang melibatkan tiga pihak yang bersaing untuk tempat di bawah naungan Raja Louis XIV dari Prancis. Konflik ini berlangsung selama lebih dari satu dekade dan melibatkan banyak negara di Eropa. Perjanjian ini menandai akhir dari ambisi Prancis untuk hegemoni di Eropa yang ditunjukkan melalui berbagai konflik yang berlangsung selama Raja Louis XIV. Perjanjian ini juga membantu mempertahankan sistem balas paham Eropa yang berlandaskan pada kekuatan negara-negara.
‘Pada usia kita, marechal, kita tidaklah beruntung’
Louis XIC, 68 tahun, berduka bersama Francois Villeroi setelah kekalahan dari Marlborough pada pertempuran Ramillies (1706)
26 Agustus 1768| Endeavour Bertolak Dari Plymouth| Kapten Cook Menjelajahhi Pasifik dan Menemukan New South Wales
Pada tahun 1770, Letnan Angkatan Laut Inggris bernama James Cook melakukan pelayaran ke wilayah Australia dan menamai wilayah yang berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik bernama New South Wales. Ia mengklaim kepemilikan Australia kepada raja Inggris.
‘Tengoklah sekeliling…amati kegemilangan metropolis kita-luasnya imperium kita-kemajuan perniagaan kita dan kemewahan rakyat kita.’
Charles James fox mengutarakan gairahnya di parlemen mengenai ekspansi Inggris (1763)
4 Juli 1776| Proklamasi Kemerdekaan Amerika Serikat | Revolusi Amerika
Revolusi Amerika (1775-1783) adalah perjuangan tiga belas koloni di Amerika Utara untuk merdeka dari pemerintahan Britania Raya, yang ditandai dengan pengumuman Deklarasi Kemerdekaan pada tahun 1776.
Latar Belakang
Revolusi Amerika bermula dari ketidakpuasan koloni terhadap kebijakan pajak dan undang-undang yang diterapkan oleh pemerintah Britania tanpa perwakilan koloni di Parlimen. Peristiwa penting yang memicu revolusi termasuk Boston Tea Party pada tahun 1773, di mana koloni menolak pajak teh dan membuang muatan teh ke pelabuhan sebagai bentuk protes.
Deklarasi Kemerdekaan
Pada 4 Juli 1776, Kongres Kontinental mengeluarkan Deklarasi Kemerdekaan, yang ditulis oleh Thomas Jefferson. Deklarasi ini menyatakan bahwa semua orang diciptakan sama dan memiliki hak untuk hidup, kebebasan, dan mengejar kebahagiaan. Ini menandai pemisahan resmi dari Britania Raya dan pembentukan negara baru.
Perang Revolusi
Perang Revolusi Amerika berlangsung dari tahun 1775 hingga 1783. Koloni yang dipimpin oleh tokoh seperti George Washington berjuang melawan tentara Britania. Meskipun Britania memiliki kekuatan militer yang lebih besar, koloni mendapatkan dukungan dari negara-negara seperti Perancis, yang membantu dalam pertempuran penting seperti Pertempuran Saratoga dan Pengepungan Yorktown.
Akhir Perang dan Pengakuan Kemerdekaan
Perang berakhir dengan kemenangan koloni, dan pada tahun 1783, Britania Raya mengakui kemerdekaan Amerika Serikat melalui Perjanjian Paris. Revolusi ini tidak hanya mengubah struktur pemerintahan di Amerika, tetapi juga mempengaruhi gerakan kemerdekaan di seluruh dunia, menegaskan prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia.
Dampak Revolusi
Revolusi Amerika membawa perubahan sosial dan politik yang signifikan, termasuk penghapusan monarki dan pembentukan republik. Ini juga memicu pemikiran tentang hak asasi manusia dan kebebasan individu, yang menjadi dasar bagi banyak konstitusi di negara-negara lain di seluruh dunia.
Revolusi Amerika adalah tonggak penting dalam sejarah yang menunjukkan bahwa rakyat dapat melawan penindasan dan memperjuangkan kemerdekaan mereka.
‘Meski terpecah-pecah menjadi ribuan bentuk kebijakan dan agama..mereka semua membenci kemewahan raja dan kemunafikan angkuh uskup’
Seorang penulis pamplet Inggris menjabarkan bangsa Amerika (19 Desenber 1976).
14 Juli 1789| Jatuhnya Penjara Bastille | Awal Mula Revolusi Perancis
Revolusi Perancis dimulai pada 14 Juli 1789 dengan penyerbuan ke Penjara Bastille, yang menjadi simbol penindasan monarki absolut.
Latar Belakang Revolusi
Revolusi Perancis (1789-1799) merupakan periode perubahan sosial dan politik yang signifikan di Prancis.
‘Sewaktu raja terakhir digantung bersama isi perut pendeta terakhir, maka umat manusia bisa berharap bahagia’
Pepatah popular abad ke-18 yang dinyatakan ulang dalam jurnal revolusioner Paris (11 Juli 1791).
18 Juni 1815| Pertempurtan Waterloo | Akhir Kekaisaran Napoleon
Nationalgeographic.co.id – “Vive l’Empereur (Hidup Kaisar)!” sorak para warga Charleroi, Belgia ketika pasukan Prancis merebut kota itu pada 14 Juni 1815. Saat itu Belgia masih bagian dari Belanda yang juga masih hangat-hangatnya terbebas dari cengkraman Napoleon setelah kekalahannya.
Ketika tiba di kota itu, Napoleon tampak gagah di mata mereka untuk membebaskan cengkraman Sekutu di Belgia yang sudah bersedia.
Sungguh berbeda nasib Napoleon saat itu, padahal sebelumnya ia harus dibuang ke Pulau Elba, Italia, setelah kekalahannya menghadapi Sekutu. Tapi semenjak lari kembali ke Prancis pada Februari 1815, dia dengan cepat mengumpulkan kembali tentara baru di Prancis.
‘Kekuasaanku muncul dari reputasiku, dan reputasiku dari kemenangan-kemenanganku…Penaklukan telah menjadikan aku seperti ini, hanya penaklukan yang bisa mempertahanku’
Napoleon Bonaparte menjelaskan dasar kekuasaannya (1802).
Lainya Mengenai Kapal Perang Bersejarah,
people power Eropa
foto: Firman /rid/rfq

