Sejarah Saham di Amerika Serikat

  • Whatsapp
Saham Di Amerika Serikat
Saham di Amerika Serikat

Hi! Hati-Hati konten ini mempunyai kandungan edukasi. Apabila membacanya akan membuat anda tertidur

Sejarah saham di Amerika Serikat (khususnya pasar modal dan bursa saham) dimulai pada akhir abad ke-18, setelah kemerdekaan AS. Berbeda dengan Eropa yang sudah punya bursa modern sejak 1602 (Amsterdam), pasar saham AS lahir dari kebutuhan mendanai utang perang kemerdekaan dan pertumbuhan ekonomi baru.

Bacaan Lainnya

 

Saham di Amerika Serikat

Dari Utang Perang hingga Buttonwood Agreement 1790-an: Pemerintah federal AS menerbitkan obligasi (bonds) senilai sekitar $80 juta untuk membayar utang Perang Kemerdekaan. Ini menciptakan pasar sekuritas awal di AS. Philadelphia Stock Exchange (1790) adalah bursa tertua di AS, tapi New York cepat mengejar.

17 Mei 1792:

Buttonwood Agreement ditandatangani oleh 24 broker dan pedagang di bawah pohon buttonwood (American sycamore) di Wall Street, New York (dekat 68 Wall Street).

Saham Di Maerika Serikat Di Wall Street Yang Legendaris
Saham Di Maerika Serikat Di Wall Street Yang Legendaris

Kesepakatan ini menetapkan aturan sederhana:

Broker hanya bertransaksi satu sama lain (bukan lewat auctioneer). Komisi tetap 0.25% (1/4 persen). Ini menjadi fondasi New York Stock Exchange (NYSE) — bursa saham paling berpengaruh di dunia hingga kini. Awalnya hanya 5 Saham di Amerika Serikat yang diperdagangkan, termasuk Bank of New York, Bank of North America, dan First Bank of the United States.

1817: Organisasi formal dibuat dengan nama New York Stock & Exchange Board (kemudian NYSE). Mereka mengadopsi konstitusi, aturan keanggotaan, dan mulai trading di ruang tertutup (dari coffee house ke gedung sendiri).

 

Perkembangan Abad ke-19

Pasar Saham di Amerika Serikat berkembang pesat seiring ekspansi AS (railroad, industri, California Gold Rush 1840-an).

 

Saham di Amerika Serikat pada tahun 1865:

NYSE pindah ke gedung permanen di Broad Street (lokasi sekarang).
Curb Exchange (kemudian American Stock Exchange/AMEX): Mulai 1800-an sebagai pasar informal di trotoar (curbstone brokers), fokus pada saham kecil, mining, oil, dan perusahaan baru. Pindah indoor 1921, berganti nama AMEX 1953, akhirnya diakuisisi NYSE 2008 dan jadi NYSE American.

 

Abad ke-20: Boom, Crash, dan Regulasi

1920-an (Roaring Twenties): Spekulasi besar, margin trading (pinjam uang untuk beli saham), Dow Jones naik 6 kali lipat dari 1921–1929.

1929: Wall Street Crash (Black Thursday 24 Okt, Black Tuesday 29 Okt) — Dow turun drastis, memicu Great Depression. Kerugian pasar mencapai miliaran dolar, jutaan orang kehilangan tabungan.

1930-an: Respons pemerintah: Securities Act 1933, Securities Exchange Act 1934 → mendirikan SEC (Securities and Exchange Commission) untuk regulasi pasar.

1971: Nasdaq didirikan oleh NASD (sekarang FINRA) sebagai bursa elektronik pertama di dunia (tanpa lantai trading fisik). Fokus pada saham teknologi, mulai trading 8 Februari 1971.

 

Era Modern: Digitalisasi dan Krisis Besar.

1987: Black Monday — Dow turun 22.6% dalam satu hari (terbesar sejarah satu hari).
1990-an–2000: Dot-com Bubble — Nasdaq melonjak karena saham tech, lalu pecah 2000–2002 (kerugian ~78% di Nasdaq).

2008: Global Financial Crisis — Dipicu subprime mortgage, Lehman Brothers bangkrut, pasar ambruk, bailout besar-besaran.

2020: COVID-19 Crash — Pasar turun tajam Maret 2020, tapi rebound cepat berkat stimulus.Saat ini: NYSE dan Nasdaq mendominasi, dengan total market cap AS > $50–60 triliun (terbesar dunia). Trading hampir 100% elektronik, high-frequency trading, ETF, dll.

 

Timeline Utama Sejarah Saham AS

——————
Nasdaq PHLX 1790
Philadelphia Stock Exchange (tertua AS)

Awal pasar sekuritas federal bonds. Philadelphia Stock Exchange (PHLX), yang kini dikenal sebagai Nasdaq PHLX, adalah bursa Saham tertua di Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1790.

Kepemilikan:

Sejak tahun 2008, bursa ini telah diakuisisi dan menjadi bagian dari Nasdaq, Inc..

Fokus Pasar:

PHLX merupakan pusat utama untuk perdagangan opsi ekuitas (equity options) dan opsi indeks sektor.

Indeks Terkenal:

Bursa ini dikenal karena menciptakan PHLX Semiconductor Sector Index (SOX), yang menjadi tolok ukur global untuk performa industri semikonduktor.

Inovasi:

PHLX adalah pionir dalam perdagangan opsi mata uang dan sistem perdagangan elektronik otomatis melalui sistem PACE (Philadelphia Automated Communication and Execution).

 

1792
Buttonwood Agreement → NYSE lahir
Fondasi bursa modern AS.

NYSE (New York Stock Exchange) adalah bursa efek terbesar di dunia berdasarkan total kapitalisasi pasar. Berlokasi di Wall Street, Manhattan, bursa ini merupakan simbol utama kekuatan finansial global.

Sering dijuluki sebagai “The Big Board”.
Dimiliki oleh Intercontinental Exchange (ICE).

Didirikan pada 17 Mei 1792 melalui penandatanganan Buttonwood Agreement oleh 24 pialang saham.
Merupakan bursa efek tertua di Amerika Serikat.

 

1817
NYSE resmi dengan konstitusi
Trading terorganisir.

 

1865
NYSE pindah ke gedung permanen
Pasca Perang Saudara, >300 saham.

1929
Crash 1929 & Great Depression
Dow turun ~89% dari puncak, regulasi SEC lahir

1971
Nasdaq mulai operasi
Bursa elektronik pertama, fokus tech.

1987
Black Monday
Penurunan satu hari terbesar (-22.6%)

2000–2002
Dot-com Bubble Burst
Nasdaq turun ~78%

2008
Financial Crisis
Pasar global ambruk, bailout
2010-an–sekarang.

 

Era digital, ETF boom, meme stocks (2021)
Market cap AS dominan dunia
Pasar Saham di Amerika Serikat berkembang dari perdagangan informal di bawah pohon menjadi pusat keuangan global, mencerminkan pertumbuhan ekonomi AS dari negara agraris menjadi superpower.

Meski sering krisis, ia juga jadi mesin alokasi kapital terbesar di dunia.


Dekade Transformasi Perjalanan Indonesia Selama 10 Tahun dalam Politik, Sosial, dan Budaya

Kesenjangan Literasi: Tantangan dan Solusi dalam Mewujudkan Masyarakat Berpengetahuan

[Rakyat.id]

Tinggalkan Balasan