Skip to content
-
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Aneka Cerita
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Musik Asik
  • Kesehatan
  • Login
Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

Logo Resmi Rakyat.id Esai website Logo Resmi Rakyat.id Esai website Rakyat.id

Edukasi Untuk Masyarakat Umum

  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
  • Beranda
  • Panduan Sehari-hari
  • Pengetahuan Umum
  • Budaya Indonesia
  • Sitemap
Subscribe
Close

Search

Home/Budaya Indonesia/Dilarang Merdeka
Pidato Patrice Lumumba Meledak Dan Merusak Pesta
Budaya Indonesia

Dilarang Merdeka

By rfq
2 November 2021, 10:11:12 2 Min Read
0
Pada pertengahan 1960, Kongo, jajahan Belgia, merayakan kemerdekaannya.
Pidato susul menyusul, dan hadirin meleleh karena panas dan bosan. Kongo, murid yang tahu berterimakasih, berjanji berperilaku baik. Belgia, guru yang keras, memperingatkan bahaya kebebasan.

 Lumumba

Kemudian, pidato Patrice Lumumba meledak dan merusak pesta. ia berbicara menentang “kerajaan bisu,” dan melalui dia kebisuan itu mendapatkan suaranya. ia menyampaikan penghargaan kepada para pejuang kemerdekaan, mereka yang tewas terbunuh, yang dipenjara, yang disiksa, dan dibuang, yang telah selama bertahun2 berjuang “untuk mengakhiri perbudakan yang menista, yang dipaksakan lewat kekuasaan kolonial.”
Kata2nya diterima dengan kebisuan sedingin es oleh orang2 Eropa yang hadir, disela delapan kali tepuk tangan gempita dari orang2 Afrika yang hadir.
Pidato itu mengunci nasibnya.
Lumumba, baru saja keluar dari penjara, memenangi pemilihan umum bebas pertama dalam sejarah Kongo, dan memimpin pemerintahan pertamanya. tetapi media Belgia menyebutnya “pencuri delusif dan buta huruf.” dalam komunikasi dinas intelijen Belgia, Lumumba digelari Setan. Allen Dulles, direktur CIA, mengirimkan perintah kepada agen2nya:
“Penghancuran Lumumba harus menjadi agenda mendesak kita.”
Dwight Eisenhower, presiden Amerika Serikat, berkata kepada Menteri Luar Negeri Inggris, Lord Alec Douglas-Home:
“Saya harap Lumumba jatuh ke sungai yang penuh buaya.”
setelah satu minggu Lord Douglas-Home menjawab:
“Sekarang waktunya menyingkirkan Lumumba.”
dan menteri urusan Afrika di pemerintahan Belgia, Harold d’Aspremont Lynden, mengemukakan pendapatnya:
“Lumumba harus dilenyapkan selamanya.”
Di awal tahun 1961, bersama dua orang terdekatnya, Lumumba ditembak oleh satu regu yang terdiri atas delapan serdadu dan sembilan polisi yang dipimpin perwira Belgia.
Karena khawatir akan terjadi pemberontakan rakyat, pemerintah Belgia dan kakitangan Kongo-nya, Mobutu Sese Seko dan Moise Tshombe, menutupi kejahatan itu.
Dua minggu kemudian, presiden Amerika Serikat yang baru, John Kennedy, membuat pengumuman:
“Kami tidak akan membiarkan Lumumba kembali pemerintah.”
Dan Lumumba, yang ketika itu sudah ditembak dan dibenamkan ke dalam drum berisi asam belerang, memang tak lagi kembali memerintah.
Pengarang Buku : Eduardo Galeano
Sumber Buku : Mirrors
Penterjemah : wardah hafidz
People Power di Eropa: Dari Revolusi Damai hingga Perubahan Politik
Tokoh Jenius 8 Penemu Hukum Fisika dan Asal Negara
Email 0 Facebook 0 Twitter 0 Reddit 0
X Linkedin 0 Stumbleupon 0
Simpan Ke daftar Baca anda Tambah Ke BookMarks

Tags:

Eduardo GaleanoMirrorsWardah Hafidz
Author

rfq

Peace | Love | Unity | Respect

Follow Me
Other Articles
Kemnaker Ri Scaled
Previous

MENAKER RI PERTEMUAN BILATERAL DENGAN MENTERI SDM ARAB SAUDI

Kemenparekraf Ri Scaled
Next

PROMOSIKAN INDONESIA DI WORLD TRAVEL MARKET LONDON 2021

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Tag Populler

10 Tips (78) Aneka Cerita (113) BALI (15) Berita Nasional (100) Bisnis (165) Cara Sehat (30) Cerita Wisata (17) Children of the days (23) Covid19 (19) Desa Wisata (19) Destinasi Pariwisata (15) Eduardo Galeano (61) Esai (56) Ibu Pintar (28) Indonesia (13) Joko Widodo (105) kebudayaan (14) Keuangan (100) Kisah Nabi (16) Kuliner Khas (26) Masyarakat (21) Mirrors (30) Musik Asik (18) Olahraga (20) Pariwisata (16) Pasar Modal (14) Pemulihan Ekonomi (13) Pertanian (15) Puisi (21) Rahasia Ibu Pintar (19) Rakyat Bisa (37) Rakyat News (369) Rakyat Punya Cerita (178) Rakyat Sehat (35) Rakyat Teknologi (16) Rumah Tangga (20) Sajak (102) Sajak Pendek (22) Sejarah (25) Sejarah Dunia (15) Suara Rakyat (179) Teknologi (226) Tokoh (22) Wanita (20) Wardah Hafidz (71)

Official

  • Home
  • Terms And Conditions
  • Privacy and Policy
  • Disclaimers
  • About Us
  • Contact Us
  • Sitemap
Copyright {2018} — Rakyat.id. All rights reserved.