Pendidikan dan Bantuan Hidup
Tak kurang sumber daya manusia, mempunyai tempat tinggal dimanapun berada, sudah tangguh sejak baru pertama lahir.
Negeri memberikan semuanya untuk para bangsa, jadi tak begitu risau terhadap bantuan hidup.
Lalu pendidikan dimana ?.
“ Mempunyai SDM terlatih , unggul dalam merespons pengetahuan, merupakan investasi negeri”
*
*
Negeri luas tak terhitung jarak tempuh
Kondisi lama selalu berbeda, memberiku fantasi tersendiri bagi para pengunjung
Perubahan cuaca dengan bayak musim menjadikan para bangsa berpikir untuk hidup berdampingan dengan mengkonsumsi pengetahuan baru terpadu.
Lalu kemana para pemilik negeri yaitu para bangsa untuk mengasah wawasan, cara pandang dan kedewasaan pendidikan.
*
*
Bagaimana pendidikan, sebagai aset bangsa, menjadi pilihan penting apabila banyak anggaran, kebijakan, tenaga pengajar, sarana infrastruktur sekolah tidak tertuju kepada hal pokok terdidik, pengetahuan , ilmu baru dan kecerdasan.
“Berapa anggaran pendidikan terpotong karena bantuan hidup, biarkan para bangsa mendapatkan pendidikan dengan biaya cuma-cuma. Bebaskan pengetahuan bagi Bangsa”.
Berpikiran tentang aset kepemilikan merupakan hal paling cerdas bagi suatu negeri. Para bangsa apabila memiliki akses terhadap pengetahuan , etika berbangsa, ilmu kehidupan , merupakan kekayaan terbesar bagi negerinya.
Aset pengetahuan merupakan kekayaan tak terhingga bagi negeri memajukan kejutan sipil dalam berkehidupan, berhubungan dengan bangsa lainnya dan menentukan tingkat hidupnya sendiri.
Pengetahuan bangsa akan bisa beradaptasi, mencari jalan keluar terhadap segala macam masalah negeri, isi kepala merupakan modal dasar investasi negeri bagi bangsanya .
Bebaskan biaya pendidikan
Pengetahuan hak bangsa
Koruptor bukan pahlawan
Penulis : [Moc]
[rakyat.id]