Sejarah Barcode

Bagaimana Cara Membuat Barcode

by rfq
0 comments 173 views

Waspada terhadap kandungan bacaan ini karena mempunyai kandungan pengetahuan, edukasi , digital literasi dan lainnya.

Bukan bacaan tentang seks, mistik dan gaya hidup mewah.

Bacaan ini tidak membuat mata anda sayu ataupun ngantuk dan tidak berpikir menghayal.

Semoga

Sejarah Barcode.

Barcode, atau kode batang, adalah sistem penandaan yang menggunakan pola garis-garis paralel untuk menyimpan informasi yang bisa dibaca oleh mesin.

Penemuan ini dimulai pada akhir 1940-an ketika Bernard Silver, seorang mahasiswa pascasarjana di Drexel Institute of Technology, mendengar keluhan dari pemilik rantai makanan Food Fair tentang kebutuhan sistem otomatis untuk membaca informasi produk saat checkout.

Pada 1948, Silver berkolaborasi dengan Norman Joseph Woodland untuk mengembangkan solusi ini.

Inspirasi Woodland datang dari kode Morse; ia menggambar garis-garis di pasir pantai untuk merepresentasikan titik dan garis, yang kemudian menjadi dasar barcode.d03a6ef56701 Desain awal mereka berbentuk lingkaran seperti bullseye agar bisa dipindai dari segala arah.

Pada 1952, Woodland dan Silver mematenkan penemuan ini di Amerika Serikat.479be0d9115d Namun, teknologi pemindai saat itu masih mahal dan belum praktis. Barcode linear pertama seperti Universal Product Code (UPC) mulai digunakan secara komersial pada awal 1970-an untuk mengotomatisasi identifikasi produk di toko grosir.

Pada 26 Juni 1974, barcode pertama kali dipindai di supermarket di Ohio, Amerika Serikat, pada sebungkus permen karet Wrigley’s.

Sejak itu, barcode berkembang pesat, termasuk varian dua dimensi seperti QR Code yang diciptakan oleh DENSO WAVE pada 1994 untuk menyimpan lebih banyak data, seperti hingga 7.000 karakter numerik dan Kanji.

Evolusi barcode mencakup peralihan dari pemindai laser ke teknologi imager modern, serta integrasi dengan sistem POS (Point of Sale) untuk efisiensi bisnis.

Berikut ilustrasi evolusi barcode dari masa ke masa: Pertama membuat scan dengan cara laser tag – menggunakan garis & angka.

Cara Membuat Barcode Unik

Barcode unik biasanya merujuk pada kode yang disesuaikan dengan data spesifik, seperti URL, teks, atau informasi produk, dan bisa dibuat lebih menarik dengan elemen desain seperti logo, warna, atau bentuk khusus.

Barcode standar (seperti UPC atau EAN) memerlukan registrasi resmi untuk keunikan global, tetapi untuk keperluan pribadi atau bisnis kecil, Anda bisa menggunakan generator online gratis untuk membuat barcode 1D atau 2D (seperti QR Code) yang unik berdasarkan input data.

Berikut langkah-langkah sederhana untuk membuat barcode unik menggunakan tool online seperti QRCode Monkey atau Canva (tidak perlu instal aplikasi):

Pilih Jenis Barcode: Tentukan apakah Anda ingin barcode 1D (garis paralel, seperti Code 39 atau UPC) untuk nomor produk, atau 2D (seperti QR Code) untuk data lebih kompleks seperti link website. QR Code lebih fleksibel untuk desain unik.

Masukkan Data: Buka situs generator seperti QRCode Monkey atau Canva QR Code Generator. Masukkan informasi yang ingin dikodekan, misalnya URL, teks, email, atau nomor unik. Pastikan data akurat karena tidak bisa diubah setelah dicetak.

Sesuaikan Desain: Untuk membuatnya unik, tambahkan logo (unggah file PNG/JPG hingga 2MB), ubah warna, bentuk pojok, atau elemen bodi. Beberapa tool seperti QR Code AI bahkan menggunakan AI untuk desain lucu atau tersembunyi.

Generate dan Unduh: Klik tombol buat, lalu unduh dalam format PNG, SVG, atau PDF. Tes pindai dengan app scanner untuk memastikan berfungsi.

Jika untuk bisnis resmi, daftarkan barcode melalui GS1 untuk keunikan global (misalnya, UPC untuk produk ritel).

Alternatif lain: Gunakan aplikasi mobile seperti Barcode Generator di Android, atau integrasikan dengan software seperti Microsoft Word via add-in.

Semoga bermanfaat.

Sumber & Gambar : [dariberbagaisumber]
———-
[Rakyat.id]

You may also like